Pilot Project BPJS-TK dan Pemkab Purwakarta, Marbot Masjid hingga Ustaz Dapat Jaminan Kesejahteraan

"Para ustaz, ajengan, dan kyai ini adalah ujung tombak penguatan spiritual keagamaan di masyarakat"...

Pilot Project BPJS-TK dan Pemkab Purwakarta, Marbot Masjid hingga Ustaz Dapat Jaminan Kesejahteraan
Tribun Jabar/Haryanto
Penyerahan kartu kepesertaan BPJS-TK secara simbolis bagi para Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) di tingkat kecamatan Purwakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) untuk para ustaz, ulama, kyai, guru ngaji, anggota DKM hingga marbot masjid di Purwakarta adalah yang pertama di Indonesia.

Hasil kolaborasi antara BPJS-TK Purwakarta dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta itu pun digadang-gadang sebagai pilot project di seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat.

Hal itupun dikatakan oleh Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Purwakarta, Sulistyo saat ditemui usai acara sosialisasi program tersebut.

Acara itu digelar  di Gedung Dakwah, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Cipaisan, Purwakarta, pada Rabu (11/7/2018).

Dapat Satu Poin dari Perseru Serui, Pelatih Persib Bandung Sanjung Performa Pemain Mudanya

"Ini kan wacana yang telah disepakati sebelumnya, mudah-mudahan di Purwakarta ini menjadi contoh untuk kabupaten dan kota lainnya," kata Sulistyo.

Pada tahap pertamanya ini, ada sekitar 3000 pekerja sosial di bidang keagamaan yang menjadi peserta BPJS-TK.

Ribuan peserta itu pada lima bulan pertama akan disubsidi oleh Pemda Purwakarta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

LIVE STREAMING AFF U-19, Timnas Indonesia Vs Malaysia, Perebutan Tiket Final

Kedepannya, para ustaz hingga Marbot masjid yang menjadi peserta BPJS-TK itu akan dilakukan iuran sebesar Rp10.800 per bulan.

"Sekarang ini hanya mengenal BPJS ketenagakerjaan bagi pekerja perusahaan atau formal, sebetulnya banyak sektor lain yang memang harusnya jadi target untuk dijamin," ucapnya.

Pihaknya pun berharap, setelah bergulirnya program baru bagi para tokoh keagamaan di Purwakarta, kedepannya bisa lebih menyebar ke berbagai sektor ketenagakerjaan.

Bahkan, anggaran pemerintah kedepannya bisa turut membantu meringankan lebih sektor keagamaan pada program BPJS-TK yang baru tersebut.

Sementara itu, Ketua MUI Purwakarta KH John Dien melalui wakilnya Yusep Solehudien mengapresiasi adanya program dari BPJS-TK Purwakarta itu.

Dengan adanya hal tersebut, Pemda Purwakarta dan BPJS memiliki komitmen dalam mensejahterakan masyarakat.

"Para ustaz, ajengan, dan kyai ini adalah ujung tombak penguatan spiritual keagamaan di masyarakat. Sudah selayaknya mendapatkan perlindungan dan jaminan kesejahteraan dirinya maupun keluarganya," ujarnya menambahkan.

Penulis: Haryanto
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help