Home »

Tasik

Tingkat Kekerasan Terhadap Anak Meningkat di Tasikmalaya, KPAI Penyebabnya

Dari jumlah kasus kekerasan yang ada jumlah kekerasan seksual menjadi jenis kasus kekerasan tertinggi Kabupaten Tasik.

Tingkat Kekerasan Terhadap Anak Meningkat di Tasikmalaya, KPAI Penyebabnya
web
ILUSTRASI--- Kekerasan terhadap anak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Kabupaten Tasikmalaya, mencatat sedikitnya ada sembilan kasus kekerasan seksual terhadap anak selama periode Januari hingga Juni 2018.

Dari jumlah kasus kekerasan yang ada jumlah kekerasan seksual menjadi jenis kasus kekerasan tertinggi Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu kasus kekerasan terhadap lainnya di antaranya empat kasus kehilangan anak, kekerasan fisik terdapat tiga kasus, penelantaran dan penemuan masing-masing dua kasus, dan eksploitasi ada satu kasus.

"Semua kasus yang masuk dan dilaporkan ke KPAID sudah ditangani," kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto di kantornya di Perum Citra Graha, Kabupaten Tasik, Rabu (11/7/2018) sore.

Menurutnya jika dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu, jumlah laporan kekerasan terhadap anak ini mengalami peningkatan.

Dia menuturkan, periode Januari-Juni 2017, jumlah aduan kekerasan yang diterima KPAID Kabupaten mencapai 13 kasus dari total 29 kasus selama tahun lalu.

Kekerasan seksual, lanjut Ato lagi-lagi menjadi jenis kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di Kabupaten Tasik.

Jumlah kekerasan seksual yang terjadi mencapai 16 kasus, diikuti konsumsi napza dan miras tiga kasus, penelantaran, pengasuhan, eksploitasi masing-masing dua kasus, serta kekerasan fisik dan jenis lain masing-masing satu kasus.

"Penyebabnya kurangnya pengawasan oleh orang tua ataupun keluarga. Termasuk juga kekerasan seksual. Faktor lingkungan yang tidak aman juga mempengaruhi," kata dia.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help