Tak Perlu Pakai SKTM tapi Cukup Hasil Panen Seadanya, Anak-anak Miskin Bisa Masuk Sekolah Ini

"Kami langsung menyisir rumah anak-anak tidak mampu di desa, kami dekati orang tuanya agar anaknya disekolahkan,"

Tak Perlu Pakai SKTM tapi Cukup Hasil Panen Seadanya, Anak-anak Miskin Bisa Masuk Sekolah Ini
Khoirul Muzaki/Tribun Jateng
Hasil bumi untuk daftar ulang siswa baru di MTs Pakis Gununglurah Cilongok Banyumas orang tua dan siswa kompak menyiapkan lahan yang menjadi kelas pembelajaran mereka sehari-hari. 

Sang guru membujuk para orang tua miskin agar anak-anaknya diizinkan meneruskan pendidikan. Orang tua mana yang tak ingin anaknya bisa sekolah tinggi, jika pendidikan adalah jembatan untuk mengubah nasib.

Perjalanan Nikita Mirzani: Masuk Pesantren, Kenal Dunia Malam Seusai Cerai, dan Kini Mantap Berhijab

Tetapi pendidikan umumnya membutuhkan biaya. Syarat itulah yang menjadi titik kelemahan mereka.

Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bisa saja gratis tetapi transportasi harian dari rumah ke sekolah pasti berbayar. Pun tidak ada mobil angkutan dari desa terpencil ini ke SMP di kecamatan.

Kedatangan guru ini tak lain untuk menjawab kecemasan itu. Di MTs Pakis, orang tua tidak perlu pusing memikirkan biaya pendidikan yang sepenuhnya dibebaskan.

Orang tua juga tak perlu risau soal operasional harian atau transportasi untuk anaknya. Mengusung misi mengangkat pendidikan si miskin, sekolah ini sengaja dibangun di dukuh terpencil.

Tujuannya tak lain, mendekatkan akses pendidikan untuk siswa miskin yang rata-rata tinggal di daerah terpencil.

"Alasan mereka tidak melanjutkan sekolah karena ekonomi. Saat kami yakinkan, mereka antusias,"katanya

Pangeran William Terlihat Menahan Tawa saat Hadiri Acara Penting, Lihat Respons Kate Middleton

Melalui penyadaran itu, para tenaga relawan pun berhasil membujuk para orang tua untuk mengubah pendiriannya. Mereka bersemangat mendaftarkan anaknya ke MTs Pakis.

Menariknya, bukan uang yang jadi prasyarat untuk bisa memasuki sekolah ini. Tetapi daftar ulang wajib dilakukan. Bukan dengan lembaran uang, melainkan hasil bumi dari hasil keringat orang tua siswa yang seluruhnya petani.

Jumlah hasil bumi yang disedekahkan ke sekolah ini sekadarnya, juga seikhlasnya.

Halaman
1234
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help