Orangtua Siswa Kembali Datangi Kantor Disdik Kota Bandung, Minta Keadilan Soal PPDB

"Anak saya sekarang drop karena udah belajar mati-matian ranking 1 terus dari kelas satu biar masuk SMPN 2 yang jadi cita-citanya tapi harus gugur

Orangtua Siswa Kembali Datangi Kantor Disdik Kota Bandung, Minta Keadilan Soal PPDB
Tribunjabar/Cipta Permana
Orang tua calon peserta didik kembali mendatangi Kantor Disdik Kota Bandung, guna menunggu kepastian jawaban adanya penambahan kuota rombel di SMP Negeri, Jalan Ahmad Yani Nomor 239, Bandung, Rabu (11/7/2018) / 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah orangtua calon peserta didik kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung di Jalan Ahmad Yani Nomor 239, Bandung, Rabu (11/7/2018) pagi. Kedatangan mereka guna menunggu kepastian jawaban Disdik Bandung terkait tuntutannya dalam pertemuan yang dilakukan kemarin.

Adapun tuntutan yang disampaikan oleh beberapa perwakilan orangtua calon peserta didik kepada Sekertaris Disdik Kota Bandung kemarin, terkait harapan penambahan kuota rombongan belajar (rombel) di setiap SMPN di Kota Bandung. Jawaban tersebut akan disampaikan Disdik Kota Bandung pada hari ini sekitar pukul 16.00 WIB.

Satu orangtua siswa, Reni Restina (40) warga Jalan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon mengatakan, ia berharap besar dengan adanya penambahan kuota tersebut, terlebih anaknya hanya kalah selisih nilai 0,1 dari nama calon peserta didik lain yang dinyatakan diterima.

Egy Maulana Vikri Urutan Dua Most Viewed Transfer di Bawah Cristiano Ronaldo yang ke Juventus

"Anak saya daftar ke SMPN 2 dan SMPN 7 Bandung melalui jalur akademik. Saya berani daftar di jalur itu, karena nilai passing grade di SMPN 2 di hari kedua di bukanya pendafataran (Kamis) masih 364, dari gabungan nilai USBN dan rapor di kelas 4, 5, dan 6. Saya yakin karena nilai anak saya masih bisa masuk dengan nilai UN saja 284,66. Ditambah lagi waktu itu jumlah pendaftarnya masih sedikit, sekitar 73 orang," ujarnya saat ditemui di Kantor Disdik Kota Bandung.


Setelah melakukan pendaftaran, ia pun memantau di sistem online PPDB 2018, akan tetapi nama anaknya tidak tercantum di sana. Setelah melakukan konfirmasi ke SMPN 2 Bandung, ia mengaku mendapat jawaban panitia, bahwa sistem online sedang mengalami gangguan server, dan kondisi itu berlanjut hingga esok hari saat masa terakhir pendaftaran, yakni Jumat (6/7/2018) pagi.

Ia pun mengaku heran, saat kembali memantau pada pukul 13.30 WIB di hari yang sama, karena dalam sistem online PPDB di sekolah tersebut, secara tiba-tiba jumlah pendaftar membludak yang berasal dari salah satu SD di Kota Bandung. Yang membuatnya semakin bingung ialah data yang tercantum di sana menunjukkan NIK calon siswa semua sama, bahkan nama kelurahan serta kecamatan pun seragam.


"Saya heran di Jumat siang itu, tiba-tiba jumlah pendaftar malah membludak, termasuk nama teman anak saya yang tinggal di Cimahi, tapi bisa masuk ke sistem sekolah. Di sana tertulisnya Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung dan di situ (sistem) banyak sekali, berarti ada sesuatu ini lurah dan camatnya," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved