PPDB SMP

Orang Tua Siswa yang Datangi Kantor Disdik Bandung Semakin Sore Semakin Banyak

Semakin sore, semakin banyak orang tua calon peserta didik yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung

Orang Tua Siswa yang Datangi Kantor Disdik Bandung Semakin Sore Semakin Banyak
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Semakin sore, semakin banyak orang tua calon peserta didik yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Semakin sore, semakin banyak orang tua calon peserta didik yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (11/7/2018).

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lokasi, puluhan orang tua terlihat memenuhi halaman kantor Disdik.

Mereka tampak berbincang satu sama lain, membicarakan penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Bukan Suaminya, Pria Ini Diminta Nikita Mirzani Rahasiakan Niatnya Berhijab, Keep Secret Ya Papi

Disdik Jabar Wacanakan Membangun Sekolah di Wilayah Perkotaan

Sejumlah personel dari kepolisian juga sudah disiagakan di sekitar lokasi.

Para orang tua datang untuk menagih kepastian jawaban Disdik Kota Bandung terkait tuntutan mereka dalam pertemuan audiensi yang dilakukan kemarin.

Tuntutan yang disampaikan oleh beberapa perwakilan orang tua calon peserta didik kepada Disdik Kota Bandung kemarin, terkait harapan adanya penambahan kuota rombongan belajar (rombel) di setiap SMP Negeri di Kota Bandung.

Jawaban tersebut akan disampaikan Disdik Kota Bandung pada hari ini sekitar pukul 16.00 WIB.

Seorang orang tua siswa, Wulan (43) mengatakan anaknya jadi sulit masuk ke sekolah negeri karena sistem zonasi.

"Pertama saya daftarkan anak saya ke SMPN 33 Bandung lalu ke SMPN 25 Bandung tapi karena zonasi anak saya tidak diterima padahal jarak rumah ke sekolah cuma 180 meter," ujarnya.

Wulan mengatakan, ada tetangganya yang jarak ke sekolah lebih jauh tapi diterima di SMPN 33 Bandung.

Dia pun menaruh curiga terhadap aturan jarak dalam sistem zonasi di sekolah.

"Teman saya anaknya diterima, tapi jaraknya lebih jauh dari saya," ujarnya. (*)

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help