Piala Dunia 2018

Kroasia vs Inggris, Dejan Lovren Kembali Bertemu ''Mimpi Buruknya'' di Liga Inggris

Kini, keduanya kembali bertemu saat Kroasia menantang Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis (12/7) dini hari.

Kroasia vs Inggris, Dejan Lovren Kembali Bertemu ''Mimpi Buruknya'' di Liga Inggris
FIRZIE A. IDRIS/BOLASPORT.COM
Bek Timnas Kroasia, Dejan Lovren, berbicara dalam sesi konferensi pers di Roshchino Arena, Roshchino, Rusia, Minggu (24/6/2018). 

Dalam kolomnya di BBC, mantan pemain timnas Inggris, Jermaine Jenas menyebut syarat Inggris untuk bisa menaklukkan Kroasia tak lain adalah dengan mematikan para gelandangnya, terutama Luka Modric.

"Modric jadi ancaman utama nanti, bukan hanya karena ia punya visi, bisa menendang dengan dua kaki, dan sangat kreatif. Ia punya karakter juara sejati. Ia bisa menularkan semangat kemenangan untuk rekan-rekannya. Saya pernah merasakan itu," tulis Jenas yang pernah bermain bersama Modric di Tottenham Hotspur.

Luka Modric adalah pengatur serangan, pengatur irama permainan, sekaligus juga eksekutor bola yang baik.

Masalahnya, Inggris tak punya individu dengan kualitas teknik di atas rata-rata untuk bisa meredam Luka Modric mulai dari lini tengah.


Kemampuan gelandang Jordan Henderson masih terlalu "biasa-biasa" dibanding Luka Modric. Jordan Henderson punya daya kepemimpinan untuk mengatur timnya secara bersama-sama mematikan Luka Modric.

Kolektivitas ala Inggris ini pula yang dikhawatirkan oleh Modric Modric.

"Mereka kini tampak lebih kuat sebagai tim. Saya tak tahu apakah mereka kini sudah punya karakter yang berbeda tapi tampaknya kini jadi lebih solid. Kebersamaan seperti itulah yang sangat penting bagi sebuah tim untuk sukses," kata Luka Modric mengapresiasi hasil kerja pelatih Inggris, Gareth Southgate. (Tribunnews/dod)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help