PPBD SMA

Ada Indikasi Penyalahgunaan SKTM di Kota Tasilamalaya, Kapolres: Ancaman Hukumannya 5 Tahun Penjara

"Saat ini sedang kami dalami dan sampai saat ini sedang menunggu laporan, manakala ada yang dipalsukan

Ada Indikasi Penyalahgunaan SKTM di Kota Tasilamalaya, Kapolres: Ancaman Hukumannya 5 Tahun Penjara
Tribun Jabar/Isep Heri
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febry Ma'ruf, di Mapolresta, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Permendikbud 14/2018 tentang PPDB tingkat SMA/SMK mengatur tiap provinsi harus menyediakan kuota siswa dari keluarga miskin sebanyak 20 persen.

Aturan itu justru salah digunakan sebagian orang karena ada penyalahgunaan SKTM oleh orang tua maupun calon siswa untuk bisa masuk ke SMA yang mereka  inginkan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febry Ma'ruf, mengatakan siapapun yang secara sadar memalsukan atau menyalahgunakan surat, termasuk SKTM pada PPDB akan dikenai sangsi pidana.

"Baik yang memberikan dan yang meminta surat keterangan tersebut. Ancaman pidana hukuman lebih dari 5 tahun Pasal 263, tentang pemalsuan surat tepatnya 6 tahun penjara," katanya saat ditemui di Mapolresta, Rabu (11/7/2018).


Untuk di Kota Tasikmalaya, Febry Ma'ruf menyebut pihaknya telah mendapat informasi penerimaan siswa-siswa sekolah terdapat indikasi adanya pemalsuan atau surat keterangan yang disalahgunakan.

"Saat ini sedang kami dalami dan sampai saat ini sedang menunggu laporan, manakala ada yang dipalsukan atau penyalahgunaan SKTM akan kami tindaklanjuti," ujarnya.

Untuk itu, kepolisian membentuk tim untuk melakukan pendalaman mengenai informasi penyalahgunaan SKTM.

"Kami akan melakukan penyelidikan baik ke sekolah-sekolah yang diduga atau juga beberapa pihak tertentu seperti RT RW kelurahan oknum-oknum terlibat akan kami dalami," katanya. (*)

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved