Pemkab Cirebon Sudah Lakukan Berbagai Upaya untuk Bebaskan Petani dari Jeratan Tengkulak

Petani tidak bisa menjual garam selain ke tengkulak karena mereka punya hutang

Pemkab Cirebon Sudah Lakukan Berbagai Upaya untuk Bebaskan Petani dari Jeratan Tengkulak
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Lahan garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Senin (9/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah berupaya agar petani garam terbebas dari jeratan tengkulak.

Di antaranya, memfasilitasi para petani garam agar tergabung dalam koperasi.

"Agar petani garam meminjam modal bukan ke tengkulak, melainkan ke koperasi itu," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon, Deni Agustin, ketika dihubungi melalui sambungan teleponnya, Selasa (10/7/2018).

Ia mengatakan, sebenarnya yang lebih berwenang menangani permasalahan petani garam ialah Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan) Kabupaten Cirebon.


Pihaknya tak memungkiri ada kewenangan yang harus dilakukan Disdagin Kabupaten Cirebon.

Satu di antaranya memberikan pembinaan kepada para pelakukan industri kecil dan menengah (IKM) garam di Kabupaten Cirebon.

"Selain meminjamkan modal, koperasi akan membeli garam petani dengan harga yang pantas," kata Deni Agustin.

5 Fakta di Balik Pembunuhan Sadis di Bakung Lor, Jasad Tarsewi dalam Kondisi Mengenaskan

Ia mengakui permasalahan utama yang dihadapi para petani saat ini ialah keterbatasan modal.

Merekapun terpaksa meminjam uang ke tengkulak untuk modal mengolah lahan garam.

Akibatnya para tengkulak mengendalikan penuh harga garam di tingkat petani.

"Petani tidak bisa menjual garam selain ke tengkulak karena mereka punya hutang," ujar Deni Agustin.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved