Kapal Terbalik di Danau Toba

Mengapa Korban KM Sinar Bangun Sulit Dievakuasi? Jenazah Bisa Seperti Ini

Namun penyelaman ini tidak bisa dilaksanakan sembarangan karena dibutuhkan penyelam yang profesional dan peralatan yang cukup rumit

Mengapa Korban KM Sinar Bangun Sulit Dievakuasi? Jenazah Bisa Seperti Ini
ist
Robot ROV merekam visual korban KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba 

TRIBUNJABAR.ID, TIGARAS - PENGHENTIAN usaha evakuasi KM Sinar bangun yang tenggelam di Danau Toba akhirnya diputuskan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat atas rekomendasi teknis Basarnas dan disetujui sebagian dari keluarga korban.  

Terlepas dari polemik yang bersifat politis di mana seluruh gerbong oposisi tampak menghujani kritikan kepada pemerintah pascaberlangsungnya perdebatan antara Ratna Sarumpaet dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. 

Selaku praktisi teknik pekerjaan bawah air, saya sedikit ingin mencoba menyampaikan gerangan, apa sebenarnya yang kita hadapi dengan KM Sinar Bangun yang terakhir ditemukan sosoknya di kedalaman minus 450 meter.

Namun penyelaman ini tidak bisa dilaksanakan sembarangan karena dibutuhkan penyelam yang profesional dan peralatan yang cukup rumit bahkan bagi penyelam biasa sekalipun.

Kondisi dasar Danau Toba pada video yang diunggah Laketobachannel
Kondisi dasar Danau Toba pada video yang diunggah Laketobachannel 

Sebelum berkutat pada teknik penyelaman, mari kita susuri dulu perihal bagaimana sebetulnya karakter air terkait dengan kedalamannya?

Jika anda pernah memancing ikan dari dasar laut yang melebihi kedalaman 100 meter, maka anda akan menemukan ikan-ikan yang terpancing dan ketika diangkat ke atas daratan akan mengelembung dengan bola mata yang ke luar.

Mengapa demikian? Karena dasar laut semakin dalam akan semakin memiliki tekanan dinding air yang semakin besar.

Ketika ditarik dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, maka seluruh badan ikan itu tidak mampu menyesuaikan diri, tidak seperti jika mereka berenang ke atas dengan perlahan.

Bila sedikit mengetahui pengetahuan alam, kita akan tahu bahwa di permukaan bumi atau air, tekanan yang kita hadapi atau miliki adalah sebesar 1 Atmosfer atau 1 Bar atau 14.5 Psi (satuan tekanan udara).

Pada tekanan normal itulah biasanya manusia hidup tanpa alat bantu dengan menghirup oksigen sebesar 20%, Nitrogen 79% dan Gas lain 1 %.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved