PPDB SMP

Laporan PPDB SMP ke Ombudsman Terus Meningkat, 10 Laporan Berujung Perbaikan

Sama dengan PPDB tingkat SMA, keluhan PPDB tingkat SMP juga seputar penerapan sistem zonasi.

Laporan PPDB SMP ke Ombudsman Terus Meningkat, 10 Laporan Berujung Perbaikan
Dokumentasi Tribun Jabar
Ombudsman gelar sosialisasi di Balai Kota Bandung, Minggu (10/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG– Laporan mengenai masalah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP ke Ombudsman terus meningkat.

Hal itu disampaikan Asisten Ombudsman Perwakilan Jawa Barat, Sartika Dewi, ketika ditemui di Kantor Perwakilan Ombudsman Jawa Barat, Bandung, Selasa (10/7/2018).

Sama dengan PPDB tingkat SMA, keluhan PPDB tingkat SMP juga seputar penerapan sistem zonasi.

Beberapa anak terpaksa tersingkir dari sekolah tempatnya mendaftar karena perhitungan jarak di sistem berbeda dengan perhitungan jarak tempuh.


“Sekira 30-60 laporan itu siswa di satu sekolah. Dia tinggal Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dia mendaftar SMP di Kota Bandung, ketika melihat penetapan jarak ternyata jaraknya ratusan meter, sedangkan lihat secara jarak tempuh, atau kondisinya tidak mungkin ratusan meter,” ujarnya.

Hal ini menyebabkan beberapa pendaftar yang tinggal di rayon yang sama dengan sekolah tersebut, tidak diterima di sekolah tersebut.

Selain itu, Ombudsman juga menemukan permasalah mengenai kesalahan input data.

Hal itu terjadi di SMPN 2, SMPN 5, dan SMPN 7 Kota Bandung.

Atraksi di CFD, Rizky Tewas Dipatuk Ular King Kobra Peliharaannya Sendiri

Halaman
12
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved