Nining Sunarsih Ditemukan Hidup

Fakta Terbaru 'Tenggelamnya' Nining Sunarsih, Polisi: Masalah Memang Bersumber dari Nining

Setelah menceritakan bahwa baru saja tenggelam, ia berdikusi dengan pihak kerabat untuk dicarikan pekerjaan.

Fakta Terbaru 'Tenggelamnya' Nining Sunarsih, Polisi: Masalah Memang Bersumber dari Nining
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Nining Sunarsih tergolek lemas di RSUD Syamsudin, Kota Sukabumi, Senin (2/7/2018). 
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pihak kepolisian Polresta Sukabumi kembali melakukan pemeriksaan tambahan terkait kasus menghilangnya Nining (53) selama 1,5 tahun.
Dari hasil tambahan pemeriksaan tiga orang saksi yang terdiri dua orang dari kerabat dan satu orang dari pihak bank, pihak kepolisian menemukan fakta baru.
"Kami melakukan pemeriksaan tambahan terkait kasus ibu Nining ini, ada tiga orang saksi tambahan, dua kerabat dan satu orang dari pihak bank," ujar Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo, Senin (9/7).
Kapolresta mengatakan dari hasil pemeriksaan tersebut terungkap fakta terbaru.
Hal terbaru diketahui bahwa Nining pada sore hari saat kejadian, pergi ke rumah kerabatnya yang berada di Kabupaten Cianjur.  
Di sana Nining bercerita kepada kerabatnya seolah-olah baru saja tenggelam.
Setelah menceritakan bahwa baru saja tenggelam, ia berdikusi dengan pihak kerabat untuk dicarikan pekerjaan.
"Esok harinya Nining dicarikan pekerjaan di Jakarta," kata Susatyo.  
Susatyo mengatakan terkait utang piutang atau perkara hukum, pihaknya sudah memeriksa pihak bank BUMN yang berkantor di Cisaat.
"Tindakan kepolisian selalu berusaha proaktif mengungkap fakta-fakta di balik hilangnya Ibu Nining," katanya. 
Saat ditanya mengenai dugaan kasus penipuan, pihaknya masih menunggu pihak bank untuk melaporkan apabila ada hal yang dirasakan merugikan.
Dari keterangan Nining telah mengajukan kredit sekitar pertengahan tahun 2016 senilai 35 juta, masa pinjaman dua tahun angsuran 1,8 jt.
Angsuran tersebut sudah dibayar sebanyak tujuh kali.
Diduga tak mampu membayar cicilan, maka rekayasa pun dijalankan.
Lalu pada 31 januari 2017 utang dianggap lunas dengan berbekal surat kematian. 
Pihak kepolisian pun masih mendalami hal tersebut. Kapolresta mengatakan perkara ini memang bersumber dari Nining.
Alasan kemanusiaan masih menjadi pegangan pihak kepolisian karena yang bersangkutan masih observasi dan proses pemulihan kejiwaannya.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved