Pemilu Legislatif 2019

Bakal Caleg di Tasik Mulai Tes Kesehatan di RSUD dr Soekardjo

Setelah dibuka pendaftaran, sejumlah bakal calon legislatif mulai mempersiapkan persyaratan. Satu di antara persyaratan melampirkan hasil tes medis

Bakal Caleg di Tasik Mulai Tes Kesehatan di RSUD dr Soekardjo
Tribun Jabar/Isep Heri
Sejumlah bakal caleg tengah mengisi lembar tes kesehatan di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Selasa (10/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Setelah dibuka pendaftaran, sejumlah bakal calon legislatif (bacaleg) mulai mempersiapkan persyaratan.

Satu di antara persyaratan ialah melampirkan hasil tes medis saat mendaftar ke KPU.

Untuk itu sejumlah bacaleg Se - Priangan Timur mulai memadati RSUD dr Soekardjo, untuk mengikuti rangkaian tes kesehatan.

Belgia Vs Prancis, Duel Dua Tim Tak Terkalahkan di Piala Dunia 2018

Kuota Haji Kabupaten Bandung Tahun Ini Mencapai 2.582 Orang

Kabid Pelayanan RSUD dr Soekardjo Budi Tirmadi mengatakan tes yang diikuti bacaleg dari jalur perseorangan maupun parpol sudah berlangsung sejak Senin (2/7/2018) dan untuk batas akhir pada (14/7/2018).

Menurutnya untuk mendapatkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta bebas penyalahgunaan narkotika, para peserta harus mengikuti rangkaian tes kesehatan serta psikis melalui MMPI (minnesota multiphasic personality inventory) yang biasa digunakan psikiater.


"Sementara untuk tes bebas narkotika bisa di sini atau juga di BNN," katanya saat ditemui di ruangannya, Selasa (10/7/2018) Siang.

Untuk saat ini berdasarkan surat edaran KPU, RSUD dr Soekardjo menjadi pusat tes pemeriksaan kesehatan bagi bacaleg se -Priangan Timur.

Diantaranya bacaleg dari Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar serta Kabupaten Pangandaran.

"Kami melayani maksimal sehari 200 orang," kata Budi.


Menurut Budi, idealnya dalam satu hari kuota pengetesan dilakukan untuk 100 orang, hanya beberapa hari ini kerap kelebihan kuota dan harus mengejar waktu menjelang pendaftaran ke KPU masing-masing.

"Untuk tes psikis (kejiwaan) selalu ada yang di her (perbaikan ulang). Sekitar 30 persen dari jumlah peserta ada saja yang seperti itu. Namun, bukan karena mengalami gangguan jiwa. Biasanya kurang fokus saat mengisi soal," jelasnya. (*)

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help