Soal BPNT yang Diterima Warganya Tak Layak, Pemkab Garut Desak Pemerintah Pusat untuk Kaji Ulang

Pemerintah Kabupaten Garut mendesak kepada pemerintah pusat untuk mengkaji ulang program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi masyarakat.

Soal BPNT yang Diterima Warganya Tak Layak, Pemkab Garut Desak Pemerintah Pusat untuk Kaji Ulang
Kompas Tv
Ilustrasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut mendesak kepada pemerintah pusat untuk mengkaji ulang program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi masyarakat.

Program BPNT bagi masyarakat miskin ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat karena beberapa barang bantuan kondisinya tidak layak, seperti yang dialami oleh warga Desa Pancasura, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, program yang dilakukan oleh Kementrian Sosial ini tengah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sesuai keluhan dari warga sekitar.


"Memastikan seberapa besar keluhan warga terkait program BPNT," kata Rudy beberapa waktu lalu (7/7/2018) di Kantor Setda Pemkab Garut, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut

Rudy mengatakan, dirinya berharap hasil penelusuran yang dilakukan oleh pemerintah daerah dapat diketahui dalam waktu dekat.

"Rabu depan atau Senin depan sudah ada keputusan, seperti apa keluhannya," katanya.

Warga Desa Pancasura, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, mengeluhkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang digulirkan oleh pemerintah karena tidak sesuai.

Mau Beli Kaktus Hias yang Lucu-lucu? Kenali Dulu 4 Jenis Kaktus Hias yang Cocok Percantik Ruanganmu

Hal tersebut dirasakan oleh warga, karena menganggap program tersebut hanya menguntungkan para pemasok yakni pengusaha, bukan warga yang berhak menerima.

Kepala Desa Pancasura, Saefuloh A Rido, mengatakan, program yang menggantikan program raskin ini, justru membuat masyarakat semakin menjerit dan tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Keluhan mengenai BPNT kami dapatkan setiap hari dari masyarakat Desa Pancasura," kata Saefuloh kepada Tribun Jabar saat dihubungi, Minggu (8/7/2018).

Berdasarkan informasi, tiap kepala keluarga (KK) penerima manfaat program BPNT, mendapatkan jatah sebanyak Rp 110 ribu, namun kenyataannya, barang tersebut tidak lebih dari Rp 80 ribu.

Saefuloh melanjutkan, dalam program BPNT tersebut, warga menerima 10 kilogram beras kualitas rendah dan 10 butir telur ayam negeri.

"Kami bersyukur telah mendapat bantuan, tapi itu mengapa tidak sesuai, dihitung tidak sampai 110 ribu," katanya.

3 Kabar Buruk Dera Persib Bandung Jelang Kontra PSIS Semarang, Ada yang Kena Sanksi

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help