Uu Ruzhanul Ulum akan Putar Otak untuk Mengembalikan Kejayaan Kerajinan di Rajapolah

Banyak pengrajin yang mengeluh kepada saya bahwa omzet mereka menurun. Pembeli lebih sepi daripada waktu dulu.

Uu Ruzhanul Ulum akan Putar Otak untuk Mengembalikan Kejayaan Kerajinan di Rajapolah
Tribun Jabar/ Isep Heri Herdiansah
Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan akan mencari cara untuk meningkatkan kembali eksistensi sentra industri kerajinan Rajapolah.

Pria yang akrap disapa Kang Uu itu mengaku kerap mendapat keluhan dari para pengrajin yang mengalami masa-masa surut dalam menjalankan usaha mereka saat ini.

Dia menuturkan para pengrajin sering mengeluhkan turunnya omzet penjualan kerajinan dalam kurun beberapa tahun terakhir.

Pengunjung Keluhkan Kotor dan Semrawutnya Obyek Wisata Gunung Galunggung

"Banyak pengrajin yang mengeluh kepada saya bahwa omzet mereka menurun. Pembeli lebih sepi daripada waktu dulu. Ini akan kita cari solusinya supaya sentra kerajinan Rajapolah bisa bergeliat seperti dulu," tutur Uu di Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/7/2018).


Menurutnya, menurunnya permintaan barang kerajinan Rajapolah disebabkan keberadaan jalan layang Rajapolah yang telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu.

"Karena mereka yang belanjanya bukan orang Tasik, tapi orang luar Tasik yang lewat Rajapolah, sekalian mampir. Kalau dari segi produk, Rajapolah sudah bagus. Kami yakin mengikuti zaman lah. Apalagi produk kita juga dengan Bali dengan Yogya bersaing, ada yang dikirim ke Bali ada yang ke Yogya sampai ekspor ke luar negeri," katanya.


Uu menawarkan solusi yang saat ini telah terpetakan ialah dengan cara memindahkan sentra oleh-oleh kerajinan menuju kawasan Ciawi.

Kalau begitu menurut hemat Uu dapat terjangkau para pelancong yang hendak memasuki kawasan jalan layang Rajapolah.

"Misalnya membuat rest area khusus kerajinan di daerah sebelum flyover, bisa di daerah Ciawi atau Jamanis. Sehingga Rajapolah akan ramai kembali seperti  sebelumnya," katanya.

Dia menambahkan saat ini pihaknya masih tahap menginventarisir persoalan mengenai hal tersebut.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help