Organda Tolak Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Berat di Jalan Padalarang

Ketua Organda KBB, Asep Dedi Setiawan menjelaskan pada pertemuan di Forum lalu lintas dan angkutan jalan (FLLAJ) KBB

Organda Tolak Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Berat di Jalan Padalarang
TRIBUN JABAR/ZELPHI
Seorang pengguna sepeda menuntun sepeda di antara truk pengangkut batu alam saat melewati tanjakan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (28/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nadri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BATUJAJAR- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Bandung Barat (KBB) menolak rencana Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terkait pembatasan jam operasional kendaraan berat di ruas Jalan Padalarang, Cihaliwung, Panaris, Cimareme, dan Cangkorah, Kecamatan Batujajar.

Hal itu pula mendapat dukungan dari Apindo yang telah melayangkan surat kepada Dinas Perhubungan (Dishub) KBB.

Ketua Organda KBB, Asep Dedi Setiawan menjelaskan pada pertemuan di Forum lalu lintas dan angkutan jalan (FLLAJ) KBB, mereka merasa keberatan atas rencana pemerintah daerah tersebut.

Menurut mereka, aturan itu sangat merugikan sektor swasta yang bergantung pada transportasi darat dalam pengiriman atau penerimaan barang.


"Harusnya Pemda bangun fly over di Cimareme yang menjadi titik kemacetan utama. Itulah cara atasi kemacetan di Padalarang bukan justru membatasi jam operasional kendaraan berat," kata Asep di Batujajar, Sabtu (7/7/2018).

Berdasar informasi, anggaran untuk pembangunan fly over sebesar Rp 120 miliar sehingga Pemkab justru mengalihkannya ke pelebaran pertigaan Cimareme sebesar Rp 9 miliar.

Mahalnya anggaran untuk flyover, berdasarkan informasi, karena adanya 79 bangunan dan tanah yang di kanan dan kiri badan jalan yang mesti dibebaskan, semisal sebelah utara 38 bangunan dan bidang tanah.

Anak Sulung Nining Sunarsih: Bibi Ngomong Ibu Masih Hidup tapi Tak Diberi Tahu di Mana

Sandiaga Uno: Prabowo dan Anies Baswedan Jadi Kombinasi yang Kuat

Bagian selatan 41 bangunan dan bidang tanah, serta di sepanjang Jalan Raya Cimareme banyak bangunan, seperti rumah, toko, sekolah, pabrik, Kantor Desa Cimareme, sampai Rumah Sakit Kharisma Cimareme.

Data pada Desember 2014, harga tanah di sana bernilai Rp 4.857.600 per meter persegi.

Sebelumnya, seperti yang sempat diberitakan Tribun, Pemkab Bandung Barat melakukan pembatasan operasional kendaraan berat yang efektif diberlakukan akhir Mei 2018.

Adapun pelarangan jam operasionalnya mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB dan pukul 16.00 sampai 19.00 WIB. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved