PPDB SMA

Tidak Diterima di SMA Negeri 12 Bandung, Panitia PPDB Siap Layani Konsultasi dan Berikan Arahan

Panitia PPDB SMA Negeri 12 Kota Bandung, mengimbau kepada siswa atau orangtua siswa pendaftar memahami sistem PPDB . .

Tidak Diterima di SMA Negeri 12 Bandung, Panitia PPDB Siap Layani Konsultasi dan Berikan Arahan
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Asep Hidayat, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas yang juga menjabat Seksi Sosialisasi, Informasi dan Pengaduan SMA Negeri 12 Bandung, Kamis (5/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas yang juga menjabat Seksi Sosialisasi, Informasi dan Pengaduan, Asep Hidayat, mengimbau kepada siswa atau orangtua siswa pendaftar untuk memahami sistem PPDB dan prosedur yang dilakukan oleh pihak sekolah sebagai pelaksana PPDB.

Semua prosedur yang dilakukan secara manual oleh pihak SMAN 12 Bandung tidak akan menentukkan hasil sesuai harapan setiap orang tua siswa pendaftar, pihak petugas PPDB hanya bisa membantu pemerosesan penyeleksian.

"Yang akan menentukan hasil seleksi adalah sistem nantinya," ujar Asep Hidayat yang juga berperan sebagai Humas SMAN 12 saat ditemui Tribun Jabar, Kamis (5/7/2018).

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Harus Diwaspadai Warga Cirebon dan Sekitarnya Hari Ini

Lihat Aksi Ashanty Kena Demam Tik Tok, Pamer Lewat Instagram

Karena proses penyeleksian tahun ini mempersentasekan 70 persen zonasi, Asep mencontohkan jika terjadi ketidaksesuaian pada radius yang telah ditentukan, pihaknya sudah tidak berkaitan dengan permasalahan tersebut.

Dia menjelaskan karena penentuan titik koordinat zonasi tersebut sebelumnya telah disepakati oleh siswa beserta orangtua siswa tersebut saat verifikasi data secara bersama.

Adanya kesepakatan itu patutnya siswa atau orangtua siswa pendaftar maklum dan memahami jenis permasalahannya.


Sebagai humas, Asep hanya bisa memberikan arahan dan panduan untuk siswa dan orang tua siswa pendaftar berupa siaran tentang sistem dan proses PPDB yang ditempel di papan Infomasi.

Adapun jika ada orangtua dan siswa pendaftar ingin sekedar bertanya dan berkonsultasi, maka akan dia layani.

Asep merasa tahu betul bagaimana kecemasan dan keinginan orangtua siswa pendaftar untuk dapat diterima disekolah pilihan.

Untuk menyikapi siswa dan orangtua siswa pendaftar yang tidak diterima nantinya akan di arahkan ke sekolah swasta.

Lanjut dia mengatakan sekolah tidak harus di sekolah negeri. Orangtua dan siswa pendaftar harus memahami bahwa semua adalah proses perjuangan.

"Siswa yang masuk sekolah negeri belum tentu dia bisa berhasil, bisa saja sebaliknya," ujar Asep.

Adapun faktor dari segi lain seperti biaya sekolah yang berbeda antara negeri dan swasta, hal itu sudah menjadi risiko yang diketahui oleh umum. (*)

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved