Pilkada Serentak

Panwaslu Garut Sebut Banyak Anggota KPPS yang Tidak Paham Undang-undang

Panwaslu Kabupaten Garut, menjelaskan, banyak kesalahan yang dilakukan oleh kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) saat hari pemungutan suara.

Panwaslu Garut Sebut Banyak Anggota KPPS yang Tidak Paham Undang-undang
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi Pilkada 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Garut, menjelaskan, banyak kesalahan yang dilakukan oleh kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) saat hari pemungutan suara.

Dalam undang-undang nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggara pemilihan umum, tugas dari KPPS di antaranya, menjaga dan mengamankan kebutuhan kotak suara setelah penghitungan, menyerahkan hasil penghitungan, dan menyerahkan kotak suara kepada panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Asep Burhan, mengatakan, jalan pilkada serentak hingga rapat pleno terbuka berjalan lancar, namun ada beberapa catatan, yakni profesionalitas anggota KPPS.


"Mental para anggota KPPS belum teruji, sehingga rentan diintervensi," kata Asep kepada wartawan di Kantor Panwaslu Kabupaten Garut, Jalan Raya Samarang, Jumat (6/7/2018).

Selain itu, Asep mengatakan, para anggota KPPS ini tidak memahami ketentuan pemilihan sesuai undang-undang nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggara pemilihan umum.

"Ini menyebabkan banyaknya mal-administrasi," kata Asep.

Maka dari itu, ia berharap kepada KPU Garut untuk selektif dalam menentukan anggota KPPS, sehingga mal-administrasi dalam penyelenggaraan pilkada bisa diminimalisir.

"Sebelum terjun, mereka harus paham terlebih dahulu," katanya.

Beraktivitas di Kota Cimahi Hari Ini? Lihat Dulu Prakiraan Cuaca BMKG

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved