Daftar Tunggu Ibadah Haji di Kota Tasik Harus Menunggu 17 Tahun

Pihak Kantor Kemenag Kota Tasik, Asep Marwan bahkan mengatakan daftar tunggu haji di Kota Tasik merupakan kota yang masa tunggu haji terpanjang . .

Daftar Tunggu Ibadah Haji di Kota Tasik Harus Menunggu 17 Tahun
Capture Youtube
ilustrasi ibadah haji 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Di Kota Tasikmalaya, daftar tunggu untuk melaksanakan ibadah haji mencapai 17 tahun lamanya.

Penyusun Bahan Pendaftaran dan Pembatalan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Tasik, Asep Marwan bahkan mengatakan daftar tunggu haji di Kota Tasik merupakan kota yang masa tunggu haji terpanjang ketimbang beberapa daerah lainnya di Jawa Barat.

"Biasanya karakter di wilayah perkotaan seperti itu. Artinya sudah cukup banyak kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi melaksanakan ibadah haji. Selain Kota Tasik, terdapat dua daerah lain di Jabar dengan daftar tunggu haji panjang, yakni Kota Bandung dan Depok misal," kata Asep saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (6/7/2018) siang.

Cerita Komedian Sule yang Betah Sama Rambut Pirang Gondrongnya, Mau Dibotakin Harus Minta Izin Istri

PPDB SMP yang Full Online di Kota Tasik, Ternyata Dikeluhkan Sejumlah Orang Tua Siswa

Sementara itu, kouta haji dari Kota Santri memiliki jatah sebanyak 654 orang, dua tahun terakhir ini.

Menurut Asep jatah tersebut terbilang ideal jika berdasarkan hitungan rasio jumlah jemaah haji di suatu daerah yang dibandingkan dengan total populasi penduduk Muslim.

Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Kamis (5/7/2018).
Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Kamis (5/7/2018). (Tribun Jabar/Isep Heri)

"Biasanya berdasarkan rumus perbandingan jumlah penduduk Muslim dengan jumlah pendaftar. Idealnya 1:1.000. Satu haji dari 1.000 penduduk muslim di daerah. Kebetulan di Tasik terbilang sedikit jumlah penduduknya, sementara animo masyarakat tinggi, terutama di wilayah perkotaan. Jadi jumlah kuotanya sudah ideal," katanya.


Untuk mencegah daftar antrean yang semakin lama, lanjut Asep Kemenag juga telah membatasi para jemaah yang telah berhaji untuk tidak mendaftar kembali dalam rentang waktu tertentu.

"Pembatasan bagi jemaah haji untuk daftar haji kembali berlaku 10 tahun. Terus bagi mereka yang mengaku belum haji, tapi ternyata sudah, bisa dilacak," kata dia. (*)

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved