Dosen dan Mahasiswa ITB Kembangkan Dua Kit untuk Deteksi Hepatitis B, Punya Banyak Keunggulan

Dua kit yang sedang dikembangkan itu dosen dan mahasiswa ITB ini memiliki keunggulan dari segi harganya yang lebih murah.

Dosen dan Mahasiswa ITB Kembangkan Dua Kit untuk Deteksi Hepatitis B, Punya Banyak Keunggulan
Tribun Jabar/ Yongky Yulius
Salah satu alat dari dua kit pendeteksi hepatitis B dan kit cek keberhasilan vaksinasi hepatitia B.Dua kit itu sedang dalam tahap penelitan dan pengembangan oleh kurang lebih 15 orang dosen dan mahasiswa yang diketuai oleh Ernawati Arifin Giri-Rachman M.Si., Ph.D dari ITB. Foto diambil di Aula Timur ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung Rabu-Kamis (4-5/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satu lagi inovasi dalam bidang kesehatan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipamerkan di pameran karya penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat di Aula Timur ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung Rabu-Kamis (4-5/7/2018).

Inovasi tersebut terdiri dari tes kit untuk mendeteksi penyakit hepatitis B dan kit untuk mengecek keberhasilan vaksinasi hepatitis B.

Dua kit itu sedang dalam tahap penelitan dan pengembangan oleh kurang lebih 15 orang dosen dan mahasiswa yang diketuai oleh Ernawati Arifin Giri-Rachman M.Si., Ph.D dari ITB.


"Hasil penelitian ini merupakan kerjasama antara Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Sekolah Farmasi, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB dan PT Biofarma," kata salah satu mahasiswa yang termasuk dalam tim peneliti, Meutia Diva Hakim, di lokasi Pameran, Kamis.

"Kami bikin kit untuk hepatitis B. Kita bikin dua kit. Misalkan mau vaksin. Sebelumnya dicek dulu, ada enggak sih, udah kena enggak sih. Cek dulu pakai alat ini. Misal enggak ada hepatitis B, bakal divaksin, untuk menginduksi sistem imun kita untuk menghasilkan antibodi. Nah, kita ngecek keberhasilan vaksinasinya pakai yang kit satu lagi," sambungnya.

Dua kit yang sedang dikembangkan itu, kata Meutia, memiliki keunggulan dari segi harganya yang lebih murah.

Saat ini, masih banyak masyarakat yang menggunakan kit impor.

Atlet Paralimpik Harapkan Bantuan Pj Gubernur Jabar Terkait Pemotongan Bonus oleh NPCI

"Ini komponennya dari kita sendiri. Semuanya dari produk bikin sendiri. Antibodi kita buat sendiri. Ini nantinya jauh lebih murah karena mau dipasarkan ke puskesmas," kata Meutia.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help