Komunitas Seratpena, Kelompok Penawar Kegelisahan Minimnya Minat Baca dan Tulis

Hobi menulis menggiring mereka untuk membuat komunitas, sekaligus menyalurkan hobi mereka dalam dunia tulis menulis dan membaca buku

Komunitas Seratpena, Kelompok Penawar Kegelisahan Minimnya Minat Baca dan Tulis
Tribun Jabar/Istimewa Dok Komunitas Seratpena
Foto anggota Komunitas Seratpena 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kamu punya hobi menulis, sayang jika dilewatkan begitu saja. Jangan sampai ide-ide yang ada di kepala kamu tak tersalurkan dan menguap tanpa sisa.

Nah, itulah yang ada di benak anak-anak muda yang ada di Kota Bandung ini.

Hobi menulis menggiring mereka untuk membuat komunitas, sekaligus menyalurkan hobi mereka dalam dunia tulis menulis dan membaca buku.

Komunitas  mereka kemudian diberi nama Seratpena.

Rena Asyari, satu di antara perintis Komunitas Seratpena, menuturkan, tujuan membentuk komunitas tersebut agar menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan, dan sebagai pemantik untuk meyalurkan bakat menulis.

Baca: Aksi #2019GantiPresiden di Depan Markobar Dinilai Minusnya Etika dalam Demokrasi

"Komunitas Seratpena sudah berdiri sejak sekitar tiga tahun yang lalu, tepatnya pada 2015," ujar Rena kepada Tribun Jabar, Senin (2/7/2018) siang.

Kala itu, Rena dan Dy Murwaningrum, merasa gelisah akan rendahnya minat baca dan tulis menulis bagu generasi muda.

Komunitas Saratpena melakukan kunjungan ke SD Burujul Wetan 1 Jatiwangi Kabupaten Majalengka
Komunitas Saratpena melakukan kunjungan ke SD Burujul Wetan 1 Jatiwangi Kabupaten Majalengka (istimewa/Dok Seratpena)

"Generasi muda yang kami lihat kurang berpikiran terbuka dan kurang wawasan tentang dunia luar, termasuk membaca buku juga sudah jarang," kata Rena.

Sengaja mereka memilih kata Seratpena karena terinspirasi dari dari bolpen dan kertas.

Halaman
123
Penulis: Fasko dehotman
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help