Pilgub Jabar 2018

Dedi Mulyadi Sebut Konsultan Politik Deddy Mizwar Tak Ikuti Sarannya untuk Fokus di Luar Bandung

"Sehingga bisa dilihat terjadinya penurunan elektabilitas di Pilkada tersebut dalam satu bulan terakhir," kata dia.

Editor: Ravianto
Tribunnews/Jeprima
Calon gubernur Jawa Barat nomor pemilihan 4 Deddy Mizwar bersama istri dan anaknya saat mencoblos di TPS 61 di kompleks tempat tinggalnya di Blok G Perum Jatiwaringin Asri RT 015 RW 013 Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, Rabu (27/6/2018). Pilkada serentak kali ini digelar di 171 daerah, dengan 17 provinsi untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 115 Kabupaten untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta 39 Kota untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Mesin politik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi tidak berjalan efektif untuk memenangkan pasangan calon tersebut dalam Pilkada Jabar.

Dedi Mulyadi mengungkap bagaimana Deddy Mizwar gagal menarik dukungan dari para pemilih di sejumlah wilayah, seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Bogor.

"Saya dengan Pak Deddy Mizwar itu dua irisan berbeda. Deddy Mizwar itu memiliki sejarah yang cukup dekat dengan PKS. Bahkan, dari sisi pemilih, memiliki basic pemilih di Kota Depok, Bogor, kemudian Kabupaten Bogor," ujar Dedi Mulyadi, ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Senin (2/7/2018).

Deddy Mizwar dinilai memiliki latar belakang pemilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Sebab dalam Pilkada 2013, Deddy Mizwar bersama Ahmad Heryawan didukung PKS, PPP, dan Partai Hanura.

Menurut dia, Deddy Mizwar dulu rajin mengemukakan berbagai gagasan pemikiran yang memiliki kesepahaman dengan kawan-kawan di Partai Gerindra dan PKS.

"Sehingga bisa dilihat terjadinya penurunan elektabilitas di Pilkada tersebut dalam satu bulan terakhir," kata dia.

Baca: Indra Mustafa Ingin Berlatih Lebih Keras untuk Hadapi Striker yang Tinggi

Baca: Ini Jadwal PPDB untuk TK, SD, dan SMP di Kota Bandung - Prosesnya Digelar Serentak

Melihat peta politik itu, Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat itu sudah meminta Deddy Mizwar meninggalkan Kota Bandung untuk fokus di wilayah-wilayah lainnya.

Namun, dia menuding, konsultan politik Deddy Mizwar tidak mengindahkan saran itu. 

Sehingga, akhirnya terbukti sewaktu pemungutan suara, di mana pasangan 2DM menempati posisi ketiga dari empat pasangan calon.

"Ini sudah lama. Sudah punya analisis, karena kan saya setiap hari keliling di lapangan. Mengerti apa sih yang menjadi problem dan apa yang menjadi isu di setiap masyarakat," katanya.(*)


Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved