Persib Bandung

Yudi Guntara Menilai Kekalahan Persib Bandung karena Pressing Ketat Pemain Persija Jakarta

"Karena Persija menerapkan strategi disiplin dengan presing Ketat, tidak memberikan kesempatan kepada pemain Persib untuk bisa menguasai bola,"

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Ichsan
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Gelandang Persib Bandung, Ghozali Siregar, dikawal bek Persija Jakarta, Jaimerson da Silva, dalam laga di Stadion PTIK Jakarta, Sabtu (30/6/2018). Laga itu berakhir 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persija Jakarta berhasil menaklukan Persib Bandung dengan skor 1-0 pada pertandingan yang digelar di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Kekalahan ini, membuat Persib tertahan di papan tengah klasemen sementara Liga 1 2018.

Mantan pemain Persib, Yudi Guntara menilai  pressing dari pemain Macan Kemayoran membuat para pemain Maung Bandung sulit mengembangkan permainan.

Baca: Meski Menang Hitung Cepat, Ridwan Kamil Menyesalkan Banyaknya Kampanye Hitam di Pilgub Jabar

"Karena Persija menerapkan strategi disiplin dengan presing Ketat, tidak memberikan kesempatan kepada pemain Persib untuk bisa menguasai bola," ujar Yudi Guntara kepada Tribun Jabar melalui aplikasi pengolah pesan, Minggu (1/7/2018).

Yudi menambahkan, strategi Persija untuk terus menempel ketat para pemain membuahkan hasil maksimal.


"Kita lihat mulai dari Simic selalu mengganggu Igbonefo, Malisic, Toni dan Ardi Idrus. Dedi dan Inkyun selalu di presing oleh Sute, Ramdani, dan Riko Simanjuntak. Bauman dan Ezechiel oleh Maman dan Jaimerseon. Febri sama Rezaldi dan Gozali oleh Ismed," katanya.

Oleh karena itu, Yudi melihat bahwa para pemain bermain dengan menerapkan pola direct ball.

Sehingga, serangan Persib sudah terbaca dan akhirnya mudah dipatahkan oleh skuat asuhan Stefano Cugura itu.

"Persib tidak bermain jelek. Namun semua itu saya yakin Coach Gomez pasti bisa memperbaiki apa yang akan di buat," katanya.


Salah satu pemain yang menjadi bagian dari skuat juara Ligina pertama tahun 1994 bersama Persib ini optimistis, Gomez sudah mengantongi kekurangan dan siap memperbaikinya.

"Kita lihat di Piala Presiden kemarin, Persib kalah 0-2 oleh PSMS. Tapi di liga, Persib bisa mengalahkan di Medan 3-0, itu pertanda Gomez Selalu memperbaiki timnya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved