SOROT

Ribut Gara-gara Pilkada, Rugi!

Jangan hanya gara-gara pilkada menjadi rusuh, bertemu saudara atau tetangga tak tegur sapa. Jika ini terjadi, maka itu musibah besar

Ribut Gara-gara Pilkada, Rugi!
Dok
Kisdiantoro, Wartawan Tribun Jabar

Oleh Kisdiantoro
Wartawan Tribun Jabar

PENCOBLOSAN sebagai bagian dari proses pemilihan Gubernur Jawa Barat dan wakilnya, dan sejumlah kepala daerah bupati/wali kota di Jawa Barat, akan berlangsung Rabu (27/6/2018).

Petugas KPU sedang sibuk-sibuknya bekerja menyiapkan hajat besar ini. Mereka mendistribusikan logistik, mulai dari surat suara, tinta, bilik pencoblosan, dan memastikan sampai ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Termasuk menyediakan fasilitas yang memadai untuk pemilih dari kelompok difabel.

Selain memastikan sampai tepat waktu di tempat tujuan, KPU juga bekerja keras agar logistik pemilihan itu aman dari orang-orang yang berniat jahat, menggagalkan hajat pemilihan. Misal merusak surat suara atau menambahkan jumlah dari yang sudah ditentukan. Maka, aparat kepolisian pun dilibatkan untuk mengawalnya.

Selain petugas KPU, petugas Panwaslu pun tak kalah sibuk. Mereka bekerja keras mengawasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan para calon kepala daerah dan pendukungnya agar tidak melakukan pelanggaran. Semisal pelanggaran melakukan kampanye di hari tenang, menebar uang kepada konstituen, atau melakukan kampanye hitam agar lawan jatuh.


Panwaslu Kabupaten Bandung bahkan melakukan pengawasan selama 24 jam. Tujuannya agar tidak terjadi politik uang (money politic). Ada jam-jam rawan terjadinya politik uang, semisal beberapa jam menjelang pencoblosan. Hal itu, dipastikan tidak akan terjadi karena Panwaslu pun mengawasi di jam-jam tersebut.

Agar hajat pilkada ini berjalan aman, di beberapa daerah di Jawa Barat menggelar doa bersama yang diinisiasi oleh KPU setempat.

Nah, di tengah hiruk pikut menjelang pemilihan calon gubernur, bupati atau wali kota, bisa jadi Anda mendapatkan pertanyaan dari keluarga, teman, atau tetangga. Pertanyan soal, siapakah calon yang akan Anda pilih di Pilgub Jabar atau pemilihan bupati/wali kota.

Baca: Ingat, HP Tidak Boleh Dibawa saat Nyoblos, Ini Alasannya

Tentu Anda punya pilihan sediri dan bisa saja berbeda pilihan dengan anggota keluarga, teman, atau tetangga. Hanya karena perbedaan pilihan itu, tidak sedikit yang kemudian saling mengejek atau memaki.

Akibatnya, terjadilah gesekan atar-anggota keluarga, teman, dan tetangga. Waspada! Serangan itu sudah bermunculan. Kampanye hitam yang bertebaran di media sosial, bisa jadi masuk ke ruang pribadi Anda. Jika tak sabar, hati bisa menjadi panas dan membalas makian. Sebaiknya tetap tenang, berbeda pilihan adalah hal yang biasa.

Baca: Polres Cirebon Akan Petakan TPS Rawan saat Pilkada 2018

Mengutip omongan komedian asal Jawa Timur, Cak Lontong, kita itu harus mikir. Mikir apa? Jangan gara-gara pilgub persahabatan kita sampai putus. Ingat! Kalau kamu sakit, yang nengokin itu sahabatmu, bukan gubernur pilihamu. Ingat juga! Kalau kamu enggak punya duit, yang ngutangin itu sahabatmu, bukan gubernur yang kamu bela mati-matian.

Jadi, memilih calon gubernur atau bupati/wali kota, tetap menggunakan logika yang benar, tidak sampai membutakan hati nurani, merusak hubungan kekeluargaan yang telah dibangun sejak lama, bahkan sejak lahir.

Jangan hanya gara-gara pilkada menjadi rusuh, bertemu saudara atau tetangga tak tegur sapa. Jika ini terjadi, maka itu adalah musibah yang besar. Sebab, orang yang memutus tali silaturahmi sama artinya memutus rezeki. Hidup pun menjadi susah.

Semoga hasil training sebulan di bulan Ramadan lalu, memberi dampak positif terhadap proses pilkada di Jabar. Masyarakat memilih setelah proses berpikir yang jernih dan hati yang jujur, bukan karena imbalan uang yang tak seberapa nilainya. Semoga. (*)

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Mas Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help