Pilgub Jabar
Deddy Mizwar Ancam Tak Hadiri Debat ke-3 Bila Tak Ada Hal Ini
Calon Gubernur nomor 4, Deddy Mizwar, mengatakan bahwa ia mempertimbangkan untuk tidak datang di debat terakhir tersebut.
Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon Gubernur nomor 4, Deddy Mizwar, mengatakan hal yang mengejutkan jelang debat pilgub Jabar ketiga yang akan dilaksanakan pada Jumat (22/6/2018) di Grand Ballroom Sudirman, Kota Bandung.
Ia mengatakan bahwa ia mempertimbangkan untuk tidak datang di debat terakhir tersebut.
"Saya minta jaminan keamanan. Kalau tidak ada jaminan keamanan secara tertulis, saya tidak akan hadir. Karena ini persoalan nyawa manusia dan persoalan persatuan Indonesia," ujar Demiz, sapaan Deddy, di Terminal Cicaheum, Kamis (21/6/2018).
Coba 5 Hari Tanpa Media Sosial, Begini Efek Positifnya Bagi Tubuhmu https://t.co/l1H3HlGlvf via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) June 21, 2018
Alasan Demiz sangat mengkhawatirkan masalah keamanan dikarenakan adanya kerusuhan pada debat kedua di Universitas Indonesia beberapa waktu lalu.
Saat itu, pendukung nomor urut 2, Hasanah, naik pitam karena aksi penaikan kaos '2019 Ganti Presiden' oleh paslon Asyik.
Demiz menilai, kedua pendukung dari paslon tersebut belum benar-benar berdamai, meskipun kedua paslon sudah setuju untuk berdamai.
Akan tetapi, ia mengkhawatirkan sentimen yang sama tidak dimiliki oleh pendukung dari kedua paslon.
Baca: Jorok! Sampah di TPSS Kawasan Stadion Bima Cirebon Sampai Berserakan ke Badan Jalan
"Potensi kerusuhan tetap ada, karena di debat kedua ribut dan belum ada penyelesaian antar pendukung. Kalau paslonnya tidak ada masalah. Ada potensi kerusuhan maka kemungkinan pilkada jabar di tunda dan ratusan milliar uang rakyat hilang karena itu," ujar Demiz.
Sedangkan dari KPU sendiri sudah memberikan beberapa perubahan jelang debat terakhir ini.
Hal itu termasuk penghilangan debat face to face antar paslon dan juga pengurangan jumlah pendukung yang dahulu mencapai 150 orang menjadi 50 orang per paslon.
Selain itu, SOP pengamanan di dalam ruangan juga diperketat.
Setiap pendukung paslon dilarang membawa atribut kedalam ruangan selain baju yang dikenakan. Meskipun begitu, Demiz mengatakan bahwa resiko ricuh masih tetap ada.
Namun, meskipun ia sudah mengatakan posisinya dalam potensi ricuh di debat dan mengancam tak datang, ia tidak bisa mengatakan sentimen yang sama dimiliki oleh pasangannya, Dedi Mulyadi.
"Iya silahkan tanya saja ke sana (Dedi Mulyadi) tapi ini sikap saya pribadi," ujar Demiz.
Baca: Musim Kemarau di Jawa Barat, BMKG Minta Warga Waspada Potensi Kebakaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/demiz_20180608_110514.jpg)