Mudik Lebaran 2018

Mobil LGCG Tak Sesuai Dipakai untuk Mudik? Ini Penjelasan Pakar Otomotif

Jumlah pemakai mobil di Indonesia semakin bertambah sejak adanya program Low Cost Green Car ( LCGC).

Mobil LGCG Tak Sesuai Dipakai untuk Mudik? Ini Penjelasan Pakar Otomotif
KOMPAS / IWAN SETIYAWAN
Mobil-mobil kompak yang merupakan kategori low cost green car (LCGC) untuk pasar ekspor siap diangkut dari pabrik perakitan PT Astra Daihatsu Motor di kawasan industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat, Senin (3/2/2014). Selain memenuhi pasar dalam negeri dengan merek Daihatsu Ayla dan Toyota Agya, PT Astra Daihatsu Motor juga melakukan ekspor mobil jenis LCGC ke Filipina dengan mengusung merek Toyota Wigo yang ditargetkan mampu mengekspor sebanyak 6.000 unit pada tahun ini. 

TRIBUNJABAR.ID - Jumlah pemakai mobil di Indonesia semakin bertambah sejak adanya program Low Cost Green Car ( LCGC).

Di antara mobil LCGC ini adalah Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Brio Satya, dan Datsun Go Panca.

Mobil-mobil ini pun dengan bangga dipakai oleh para pemiliknya untk mudik.

Baca: Amankah Bedak Tabur untuk Bayi? Ini Penjelasan Dokter Reisa Broto Asmoro

Ternyata pakar otomotif tidak merekomendasikan LCGC untuk dipakai mudik atau perjalanan jauh antar-provinsi.

Hal itu diungkap oleh dua praktisi keselamatan berkendara, Rifat Sungkar dan Jusri Pulubuhu.

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, bila pertanyaannya apakah LCGC bisa dipakai mudik? Jawabannya bisa, sebab sepeda saja sanggup digowes sampai ke kampung halaman.

Jusri dan Rifat menyebut ada 3 alasan mengapa mobil LCGC tak sesuai dipakai mudik :

1. Lubang Jalan

Menurut Jusri, LCGC bisa dipakai, tapi ada konsekuensinya, yaitu kenyamanan kurang, ketahanan mobil juga kurang karena tidak didesain untuk perjalanan panjang.

"Kalau ketemu lubang, mobil ini akan mengalami kesulitan. Dari opini saya setuju LCGC tidak direkomendasi untuk mudik,” ujar Jusri, Senin (11/6/2018), dikutip dari Kompas.com.

Halaman
123
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help