Mengais Rezeki dengan Menjadi Perajin dan Penjual Anyaman Ketupat Dadakan
Mendekati hari raya Idul Fitri, Apep adalah satu di antara beberapa orang di Pasar Kosambi yangmenjual anyaman ketupat secara musiman.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Apep terlihat tekun menganyam anyaman ketupat di salah satu sudut di dalam Pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu (13/6/2018).
Pria berumur 22 tahun ini terus menganyam satu per satu daun kelapa muda (janur).
Tangannya terampil merangkai daun kelapa muda berwarna kuning muda itu menjadi bentuk ketupat.
Kapolri Bikin Kapolres Stres Berat: Kalau Tidak Bisa Atasi Begal, Kapolresnya yang Saya Begal https://t.co/l3xOo3YUQB via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) June 12, 2018
Walaupun keadaan di dalam pasar cukup gelap dan ramai oleh pembeli, Apep tak terganggu. Dia terus tekun menganyam.
Ya, mendekati hari raya Idulfitri ini, Apep adalah satu di antara beberapa orang di Pasar Kosambi yang mengais rezeki dengan menjual anyaman ketupat secara musiman.
Baru satu hari dia menjual anyaman ketupat di Pasar Kosambi.
Pria asal Cikalong, Bandung Barat, ini ingin bisa mendapatkan rezeki lebih saat momentum menjelang Lebaran.
Anyaman ketupat yang dijualnya terhitung murah.
Baca: Itikaf di Pusdai Jabar, Berbuka dan Sahur Gratis
Satu buahnya, dia hanya menjual seharga Rp 1000 saja.
Meskipun dijual dengan harga murah, tak banyak pembeli yang datang menghampirinya dengan maksud membeli anyaman ketupat itu.
Padahal, dalam satu hari, Apep bisa membuat sampai 200 buah anyaman ketupat.
"Dalam satu hari saya bisa menjual sampai 50 buah, itupun satu buah harganya sudah saya turunkan sampai Rp 500 saja," ujar Apep kepada Tribun Jabar sembari terus menganyam.
Pria yang mengenakan jaket berwarna hitam ini mengatakan, bahan-bahan membuat anyaman ketupat mudah didapat di tempat tinggalnya.
Baca: Pasar Tumpah Lewo Masih Ramai, Polres Garut Belum Bisa Terapkan Sistem One Way