Agar Rumah Tak Dibobol Maling, Ini Peringatan dari Kapolrestabes Bandung untuk Para Pemudik

Dimohon untuk berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW bahwa rumahnya ditinggal. Nanti pengurus RT RW akan menghubungi Bhabinkamtibmas

Agar Rumah Tak Dibobol Maling, Ini Peringatan dari Kapolrestabes Bandung untuk Para Pemudik
Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo meminta warga Kota Bandung yang mudik dalam waktu lama agar memerhatikan keamanan dan keselamatan barang berharga yang ditinggalkan di rumah.

"Dimohon untuk berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW bahwa rumahnya ditinggal. Nanti pengurus RT RW akan menghubungi Bhabinkamtibmas untuk patroli di daerah-daerah yang rumahnya banyak ditinggal mudik," kata Hendro di Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (13/6/2018).

Baca: Timnas Inggris Terancam Tanpa Striker Andalan Manchester United di Laga Perdana Piala Dunia 2018

Ia juga mewanti-wanti untuk memeriksa pintu dan jendela rumah sebelum ditinggalkan. Pastikan semuanya terkunci sehingga bisa terhindar dari aksi kejahatan. Berkomunikasi dengan tetangga terdekat yang tidak mudik juga harus dilakukan.

"Pastikan semuanya terkunci dengan kuat sehingga tidak ada satupun celah yang bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan. Petugas keamanan perumahan juga diharapkan terus berkoordinasi dengan anggota Bhabinkamtibmas," ujar Hendro.


Kemudian, ia juga meminta barang berharga ‎tidak disimpan di rumah untuk meminimalisir kerugian dari aksi kejahatan. Lalu, memastikan sumber-sumber daya seperti listrik dan kompor gas tidak dalam keadaan menyala.

"Kalau bisa barang berharga diamankan dengan baik dan pastikan juga ‎listrik dan api mati untuk menghindari kebakaran. Warga juga perlu untuk menyimpan nomor ponsel Polsek setempat atau anggota Bhabinkamtibmas," kata Hendro.

Sementara itu, sejumlah akses ke jalan perumahan d kawasan Antapani ‎mulai dibatasi. Gerbang ditutup dan diportal atau membatasi akses pintu masuk ke perumahan.


"Jadi untuk di Antapani ini sudah jadi kebiasaan, karena banyak pintu masuk, maka diberlakukan pembatasan pintu masuk. Misalnya, dari tiga pintu masuk, diberlakukan satu pintu masuk sisanya ditutup," kata Solihat (40) petugas keamanan di Jalan Kuningan, Antapani.

Hal yang sama diberlakukan di Jalan Plered Raya dan sekitarnya. Dua pintu utama keduanya terdapat dua pos keamanan dengan lima anggota. Kemudian di dalam Jalan Plered Raya, diberlakukan pembatasan pintu masuk.

"Di Plered Raya juga sama. Untuk masuk ke perumahan di kawasan Jalan Plered bisa melalui lima pintu masuk, namun sekarang dibatasi jadi dua supaya lalu lintas keluar masuk warga terpantau," kata Deden (40) petugas keamanan perumahan.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help