Tribun Health

Ingin Hilangkan Kebiasaan Buruk Merokok, tapi Selalu Gagal? Coba Lakukan Cara Ini

Kata-kata itu muncul, karena begitu cintanya seseorang terhadap kebiasaan merokoknya, padahal. . .

Ingin Hilangkan Kebiasaan Buruk Merokok, tapi Selalu Gagal? Coba Lakukan Cara Ini
doktersehat
Ilustrasi merokok 

Kata-kata itu muncul, karena begitu cintanya seseorang terhadap kebiasaan merokoknya, padahal dampak dari merokok sudah jelas sangat buruk pada kesehatan.

Berusaha berhenti dari kecanduan rokok bukanlah perkara mudah, selain kekuatan tekad, metode yang teruji juga akan membuat seseorang berhenti merokok lebih cepat.

Penggunaan akupunktur untuk kecanduan dipopulerkan pada awal tahun 1970, setelah seorang pasien pecandu opium sembuh sehabis menerima electroacupuncture.

Meskipun efektivitas mengatasi kecanduan rokok masih bisa dipertanyakan, akupunktur setidaknya bermanfaat untuk menangani gejala ketagihan nikotin.

Keuntungan menggunakan akupunktur adalah seseorang tidak memerlukan lagi berbagai obat kimia atau pengobatan NRT (nicotine replacement therapy).

Setelah memutuskan menggunakan akupunktur, pada awalnya terapis akan bertanya tentang kebiasaan unik pasien dalam merokok.

Pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, dan memeriksa lidah mungkin juga dilakukan.

Semakin jelas pasien menjelaskan gejala emosional dan fisik, maka diagnosa akan bisa dilakukan lebih baik.

Akupunktur antara lain digunakan untuk menghilangkan kegelisahan, ketagihan, lekas marah, kegelisahan, serta membantu dalam relaksasi.


Ilustrasi/indonesiabebasrokok.org

Titik akupuntur dan durasi

Sementara titik-titik yang digunakan pada setiap pasien mungkin berbeda, akupunktur pada telinga merupakan cara yang umum dilakukan untuk berhenti merokok.

Jumlah dan frekuensi perawatan akupunktur akan tergantung pada setiap kondisi individu.

Rata-rata, sesi dapat berlangsung dari lima sampai 30 menit dengan frekuensi satu hingga dua kali seminggu.

Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help