Mudik Lebaran 2018

Mereka yang 'Digilas' Tol Cipali, Sekarang Tertutup Kain Bertuliskan 'Dijual/Dikontrakkan'

Salah satunya adalah para pemilik rumah makan yang berada di sepanjang jalur pantura Cirebon, Jawa Barat.

Mereka yang 'Digilas' Tol Cipali, Sekarang Tertutup Kain Bertuliskan 'Dijual/Dikontrakkan'
Tribunnews.com/Yanuar Nurcholis Majid
Kondisi Restoran Hilda II yang sepi pengunjung. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNJABAR.ID, PAMANUKAN- Dioperasionalkannya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mempunyai dampak ekonomi terhadap warga sekitar.

Salah satunya adalah para pemilik rumah makan yang berada di sepanjang jalur pantura Cirebon, Jawa Barat.

Pengusaha rumah makan tersebut mengeluh penghasilan mereka menurun setelah beroperasinya jalan tol Cipali pada pada 13 Juni 2015 lalu.

"Waktu belum ada tol penghasilan saya bisa sampai Rp 2 juta per bulan sekarang hanya Rp 900 ribu jelas sangat menurun," ujar Asep Karna (45 tahun), salah satu pelayan Restoran Hilda II, yang saat ini masih ditugaskan untuk menjaga restoran tersebut, saat ditemui Minggu (10/6/2018).

Restoran Hilda II, di Jalan Patok Besi, Kabupaten Subang ini merupakan salah satu restoran terbesar yang ada di jalur Pantura Jabar.

Restoran yang dibangun dengan arsitektur bergaya tradisional ini sudah melayani pemudik sejak diresmikan pada tahun 2010.

Pada masa keemasannya, restoran cukup laris karena menu yang disajikannya beraneka ragam, terutama menu prasmanan nya.

"Nggak pernah sepi, mas. Apalagi, kalau memasuki puasa dan arus mudik lebaran, sangat ramai," kata Asep.

Namun, pasca-beroperasinya Tol Cipali, semuanya berubah 180 derajat.

Pelan tapi pasti, Restoran Hilda II kehilangan pelanggan yang terjadi dari waktu ke waktu.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help