Demi Sepeda Motor, DH Tega kubur Rekannya Hidup-hidup di Pantai Pangandaran

Sehari sebelum kejadian pelaku dan korban dari Pamarican berangkat ke Pangandaran dengan menggunakan sepeda motor Honda beat milik korban.

Demi Sepeda Motor, DH Tega kubur Rekannya Hidup-hidup di Pantai Pangandaran
Tribun Jabar/Andri M Dani
Dikubur hidup-hidup – Polres Ciamis berhasil mengungkap kasus mayat yang ditemukan terkubur Pantai Pangandaran. Ternyata korban, Hendika Saputra (30) warga Sukajadi Pamarican Ciamis dikubur hidup-hidup oleh pelaku yang mengincer sepeda motor milik korban (TRIBUNJABAR/ANDRI M DANI) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN – Misteri ditemukannya mayat Hendika Saputra (30), warga Dusun Sukasari Desa Sukajadi Pamarican Ciamis yang dikubur di pasir pantai di Pantai Barat Pangandaran Blok Padasuka Wonoharjo Jumat (1/6/2018) pukul 09.00 siang mulai terkuat.

Ternyata pria kelahiran tanggal 2/6/1988 yang sehari-sehari bekerja sebagai buruh serabutan dan penjual seblak tersebut dibunuh oleh DH (36) warga Dusun Sukamaju Desa Sukajadi Pamarican yang tidak lain adalah rekan korban sendiri.

DH tega membunuh Hendika dengan dikubur-kubur hidup-hidup di pasir pantai dengan motif untuk menguasai sepeda motor milik korban.

Korban diperdaya pelaku mau dikubur dalam pasir untuk berapa saat dengan dalih olah pernapasan untuk ilmu kekebalan.

Baca: Lama Bungkam, Putra UJ dan Umi Pipik Akhirnya Buka Suara Soal Gosip yang Menerpa Sang Ibu

Baca: Catatan Kontras Pemain Asing Persib Bandung dan Bali United

“Tetapi ternyata korban meninggal setelah dikubur hidup-hidup, sepeda motor dan HP milik korban dibawa kabur. Pelaku ditangkap setelah tiga hari jasad korban ditemukan terkubur di pasir pantai Pantai Pangandaran ,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso kepada Tribun dan wartawan lainnya di Mapolres Ciamis, Senin (11/6/2018) sore.

Sehari sebelum kejadian pelaku dan korban dari Pamarican berangkat ke Pangandaran dengan menggunakan sepeda motor Honda beat milik korban.

Sesampai di Pantai Pangandaran terjadilah tragedy penguburan hidup-hidup korban dengan dalih olah pernapasan untuk ilmu kekebalan tersebut.

Jasad korban pertama kali diketahui oleh warga yang sedang berjalan-jalan di pantai barat Pangandaran di Blok M Padasuka Wonoharjo JUmat (1/6) sekitar pukul 09.00 siang setelah curiga dengan bau busuk yang menyengat dari gundukan pasir.

Baca: Uu Ruzhanul Uum Blusukan di Pasar Manis Ciamis, Tes Anak-anak Hafalan Alquran

Baca: Tribun Jabar Gelar Acara Buka Puasa Bersama, Semua Karyawan Berkumpul untuk Bersilaturahmi

Setelah korban diketahui meninggal, pelaku membawa kabur sepeda motor dan HP milik korban.

Sepeda motor milik korban tersebut dijual DH kepada MN (24) warga Emplak Pangandaran melalui perantaraan H alias Baso (34) warga Sukajadi Pamarican. Sepeda motor korban dijual pelaku sebesar Rp 1,2 juta, uangnya digunakan pelaku untuk membeli sebuah sepeda Yamaha mio.

Jajaran Polres Ciamis dan Polsek Pangandaran tidak hanya menciduk DH sebagai pelaku pembunuhan tetapi kemudian juga mengamankan MN dan H sebagai penadah sepeda motor milik korban yang dijerat pasal 480 KUHP.

Baca: Uu Ruzhanul Uum Blusukan di Pasar Manis Ciamis, Tes Anak-anak Hafalan Alquran

Menurut Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso yang didampingi Kasatreskrim AKP Hendra Virmanto, Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi dan Paur Humas Polres Ciamis, Iptu Hj Iis Yeni, pelaku pembunuhan korban Hendika, yakni DH akan dijerat ketentuan pasal berlapis.

Mulai dari pasal 340 jo pasal 338 jo pasal 364 ayat (3) KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara. “Pelaku merencanakan pembunuhan tersebut,” kata Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help