Pilgub Jabar

Cegah Trafficking, Dedi Mulyadi Wacanakan Bikin Sekolah Pramugari di Cianjur

Caranya, perempuan Cianjur harus memiliki keterampilan khusus. Misalnya, kita buat sekolah pramugari di sini,” kata Dedi,

Cegah Trafficking, Dedi Mulyadi Wacanakan Bikin Sekolah Pramugari di Cianjur
istimewa
Dedi Mulyadi Cawahub Jabar dengan warga Cianjur, Senin (11/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Cawagub Jabar Dedi Mulyadi menyiapkan langkah strategis menanggulangi trafficking atau tindak pidana perdagangan orang di Jabar. Di antaranya, perempuan usia sekolah diarahkan agar memiliki keterampilan khusus seperti menjadi pramugari.

“Nah, daripada terus menjadi korban, kita harus sama-sama menjaga. Caranya, perempuan Cianjur harus memiliki keterampilan khusus. Misalnya, kita buat sekolah pramugari di sini,” kata Dedi, di Desa Lembah Sari, Kecamatan Cikalong Kulon, Cianjur, Senin (11/6/2018).

Baca: 3 Catatan Ini Buktikan Striker Persib Bandung Ezechiel N Douassel sebagai yang Terganas di Liga 1

Sejumlah kasus trafficking kerap terjadi di Jabar termasuk di Cianjur. Data dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Bencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Cianjur mencatat, 17 kasus terjadi tindak pidana perdagangan manusia.


Pilihan mendirikan sekolah pramugari bukan tanpa alasan. Keberadaan BIJB Kertajati di Majalengka menjadi inspirasi tersendiri bagi mantan Bupati Purwakarta tersebut. Pemprov Jabar menurut dia dapat menjalin kerjasama dengan maskapai penerbangan.

“Kebetulan Bandara Kertajati sudah dibuka. Semoga saja nanti kita bisa bekerja sama dengan maskapai penerbangan nasional dan internasional. Nanti, setelah lulus dari sekolah pramugari itu kan bisa langsung diserap sebagai tenaga kerja profesional,” kata dia.

Ia menambahkan,‎ geliat Cianjur sebagai daerah tujuan wisata tidak luput dari perhatian sosok yang peduli terhadap TKI di luar negeri itu. Menurut dia, tempat wisata dan hotel terutama di kawasan Cipanas, Cianjur juga melahirkan peluang kaum pria untuk bekerja.


“Kaum pria bisa menjadi chef (koki) di tempat-tempat tersebut. Ini kan peluang juga. Artinya, harus ditangkap oleh pemerintah dengan mendirikan SMK dengan jurusan tata boga dan perhotelan,” katanya.

Basis pendidikan yang liniear dengan dunia kerja membutuhkan kerja sama dengan dinas terkait. Dalam konteks ini, penguatan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan di kabupaten/kota menjadi penting.

“Ini sekolahnya harus gratis. Warga Jabar harus bisa bekerja di daerahnya sendiri. Saya kira itu orientasi kita,” katanya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help