Kisah Hijrah

Kisah Vino Visnu Prattidina, Mantan Pembunuh dan Seniman Tato Bertaubat karena Kasih Sayang Ibu

Untuk membebaskan saya, Ibu sampai harus menjual kebun warisan dan berutang sana-sini.

Kisah Vino Visnu Prattidina, Mantan Pembunuh dan Seniman Tato Bertaubat karena Kasih Sayang Ibu
Istimewa
BERSAMA USTAZ EVIE - Vino Visnu Prattidina (kedua dari kanan) berfoto bersama Ustaz Evie Effendi (tengah) dan para santri Majelis Tatto lainnya di Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasih sayang ibu membuat Vino Visnu Prattidina sadar dan bertekad untuk berhijrah menuju jalan yang diridai Allah.

Pria kelahiran Jombang, 17 Mei 1982, ini merantau ke Bandung setelah menjalani hukuman karena terlibat kasus pembunuhan.

Pertemuan dengan Ustaz Evie Effendi dalam sebuah pengajian di Bandung setahunan lalu menguatkan tekadnya.

Ditemui di rumah kontrakannya di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (7/6), Vino bercerita, pembunuhan itu ia lakukan pada 2008.

Ia membunuh karena sakit hati dituduh melakukan perbuatan yang tidak ia lakukan.


Akibat pembunuhan itu, ia harus menjalani serangkaian proses hukum yang panjang.

Ibunyalah, kata Vino, yang terus berjuang dan membelanya hingga akhirnya ia dapat kembali menghirup udara bebas.

"Untuk membebaskan saya, Ibu sampai harus menjual kebun warisan dan berutang sana-sini. Bahkan karena terus membela dan berusaha membebaskan anaknya yang pembunuh, Ibu dijauhi dan dimusuhi tetangga dan keluarga besar," kata Vino.

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help