Home »

Tasik

Jelang Lebaran, BI Tasik Tercatat Sudah Gelontorkan Rp 1,9 Triliun Uang Pecahan Baru

Khusus bagi masyarakat umun, mereka dapat menukarkan uang di kas keliling yang. . .

Jelang Lebaran, BI Tasik Tercatat Sudah Gelontorkan Rp 1,9 Triliun Uang Pecahan Baru
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Warga menukar uang pecahan di mobil kas keliling milik salah satu bank pada kegiatan Mobil Layanan Penukaran Uang Terpadu di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (21/5/2018). Kegiatan mobil layanan penukaran uang terpadu yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan beberapa bank yang memiliki mobil layanan kas itu guna memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 1439 H. KPwBI Provinsi Jawa Barat memperhitungkan proyeksi kebutuhan uang selama Ramadan 2018 berjumlah Rp 11,92 triliun, meningkat sebesar Rp 440 miliar atau 3,8 persen dibandingkan realisasi pemenuhan kebutuhan Ramadan tahun sebelumnya sebesar Rp 11,48 triliun. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri Herdiansah

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Menjelang lebaran, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya mencatat telah mengeluarkan Rp1,9 triliun uang pecahan baru yang ditukarkan.

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah BI Tasikmalaya, Agus Wahyudi mengatakan, bank sentral membuka penukaran uang kartal ini untuk masyarakat umum dan kalangan perbankan.

Khusus bagi masyarakat umun, mereka dapat menukarkan uang di kas keliling yang dibuka 15 Mei-8 Juni.

"Total se-Priangan Timur Rp2.81 triliun kebutuhan perbankan dan masyarakat. Dari Rp2.81 triliun, baru 1.9 triliun yang sudah terealisasi, masih 70%. Jadi persediaan BI masih cukup banyak memenuhi kebutuhan Lebaran," kata Agus di Tasik, Kamis (7/6/2018) siang.

Dari jumlah tersebut, Rp 9 miliar di antaranya terserap di penukaran uang kas keliling dan kantor BI.

Setiap harinya, penukaran uang di dua lokasi tersebut ratusan orang silih berganti berdatangan.

"Kami menyediakan pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu, dan Rp 1 ribu uang kertas. Maksimal setiap orang bisa menukarkan Rp3,8 juta supaya semua kebagian. Selama persediaan masih ada kita akan penuhi permintaan masyarakat," katanya.

Menurutnya, jumlah uang pecahan baru yang dialokasikan ke dunia perbankan, memang lebih masif lantaran tingkat kebutuhannya yang jauh lebih banyak.

Meski demikian, BI tidak khawatir karena jumlah uang masih tersedia.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help