Penerimaan Siswa Baru 2018

Dikutip Rp 150 Ribu untuk Daftar Kolektif, Orangtua Siswa di Cianjur Kecewa Masih Harus Urus Sendiri

Uang Rp 150 ribu yang diminta sekolah sendiri tidak dikembalikan saat orangtua mengurus sendiri pendaftaran anaknya ke SMA.

Dikutip Rp 150 Ribu untuk Daftar Kolektif, Orangtua Siswa di Cianjur Kecewa Masih Harus Urus Sendiri
Tribun Jabar/Syarifullah
(Ilustrasi) PPDB hari kedua di SMK Negeri 8 Kota Bandung, Selasa (5/6/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sejumlah orangtua siswa SMPN 1 mengeluh dan kecewa dengan panitia sekolah yang menjanjikan kolektivitas anak mereka saat masuk ke jenjang SMA.

Keluhan mereka keluar setelah membayar panitia kolektivitas dari sekolah Rp 150 ribu namun kini para orangtua masih harus mengurus sendiri anaknya yang akan masuk ke SMA.

Uang Rp 150 ribu yang diminta sekolah sendiri tidak dikembalikan saat orangtua mengurus sendiri pendaftaran anaknya ke SMA.

Dari keterangan, ada sepuluh kelas yang mendaftar ke SMA dan rata-rata satu kelas 30 orang.

Seorang wali murid yang namanya minta disamarkan, YN (37) mengatakan, kini banyak orang tua yang mempertanyakan uang Rp 150 ribu yang telah dibayarkan itu digunakan untuk apa.

"Terus terang kami kecewa, sudah membayar Rp 150 ribu yang katanya untuk kolektivitas masuk ke SMA, namun kini ternyata kami yang harus mengurus sendiri anak masuk ke SMA," ujar YN saat ditemui di kawasan alun-alun Cianjur, Selasa (5/6).

YN mengatakan bahwa ada sepuluh kelas yang membayar untuk kolektivitas dan rata-rata satu kelasnya berjumlah 30 siswa.

Baca: Ezechiel NDiuassel Top Skorer Sementara usai Persib Bandung Habisi PSMS medan 3-0

Baca: Marko Simic Dikabarkan Lakukan Pelecehan, Persija Jakarta Buka Suara

Menurutnya uang tersebut sudah dibayarkan para orang tua sekitar satu bulan yang lalu.

Ia berharap dengan adanya panitia dan kolektivitas para orang tua tak lagi disibukkan mengurus anaknya masuk ke jenjang SMA.

Tak tinggal diam, YN lantas mencari tahu penyebab kenapa para orangtua masih disibukkan mengurus anaknya sementara sebelumnya ada program kolektivitas dengan membayar Rp 150 ribu.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help