Proyek LRT Bandung Raya Lintasi 5 Wilayah, Pemprov Jabar Bangun Kerja Sama

Kesepakatan tersebut dibuat didasari pembangunan jalur LRT melintasi lima daerah di Bandung Raya.

Tribun Jabar/M Sarif Abdussalam
Pemprov Jabar tandangani kerja sama dengan lima pemerintah daerah terkait pembangunan LRT. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani kesepakatan bersama dengan lima pemerintah daerah tentang rencana pembangunan Light Rapid Transit (LRT) atau jalur kereta ringan di kawasan metropolitan Bandung Raya.

Kelima daerah itu yakni Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, Pemkab Bandung, Pemkab Bandung Barat, dan Pemkab Sumedang.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dengan lima kepala daerah terkait, di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Senin (04/06).

Kesepakatan tersebut dibuat didasari pembangunan jalur LRT melintasi lima daerah di Bandung Raya. Untuk itu Pemprov Jabar harus menjadi koordinator dalam perencanaan pembangunan LRT.


"Mengapa kita bangun kerjasama ini supaya nanti ketika ada pembicaraan dengan pusat yang jadi juru bicara di antara seluruh kota kabupaten adalah Provinsi Jabar, karena sudah menyangkut pembangunan antarkota kabupaten. Sehingga provinsi perlu untuk menyamakan visi, niat, dan menyamakan perencanaan yang kita lakukan lewat perjanjian kerja sama ini," kata Gubernur yang akrab disapa Aher.

Proyek LRT, katanya, dengan demikian bukan hanya rencana Pemkot Bandung, tapi menjadi rencana seluruh pemerintah daerah di Bandung Raya.

Baca: Perancang Busana Malaysia Ini Kagumi Kebaya Anne Avantie, Karena Ini!

"Nanti proyek LRT bukan lagi rencana Kota Bandung saja, tapi rencana Bandung Raya. Karena tidak mungkin Kota Bandung saja. Harus terhubung ke Ngamprah, Soreang, Cimahi, dan Sumedang," kata Aher.

Aher mengatakan pembangunan LRT akan terintegrasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan titik akhirnya berada di Tegalluar Kabupaten Bandung.

"Dengan demikian disebutnya LRT Bandung Raya, karena dari Kabupaten Bandung, rute moda transportasi lainnya, yaitu LRT, harus disebar ke titik lainnya," ujarnya.

Mengenai dimulainya pembangunan LRT Bandung Raya, Aher menuturkan saat ini belum ditentukan waktunya karena harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

Baca: Kisah Sanjna Suri, Turunkan Berat Badan Hingga 27kg dan Kini Jadi Miss Supranational Malaysia 2018

Ini menyangkut pembiayaan dari pusat dan menunggu keputusan dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun penetapan jalur LRT sudah ditentukan di 8 titik.

"Jalurnya sudah ada tinggal keseluruhannya diintegrasikan. Mulai pembangunannya belum ditentukan karena harus dikoordinasikan dulu dengan pusat, ini terkait biaya dari pusat dan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung," tutur Aher.

Baca: Ayah Olla Ramlan Meninggal Karena Kanker Hati, Ini Cara Mencegah Terkena Kanker Hati

Selain penandatanganan kerja sama tersebut, dalam kesempatan itu juga dilakukan Perjanjian kerja sama antara Pemprov Jabar dengan Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan Kota Tangerang Selatan mengenai pengintegrasian penanganan sampah regional Nambo.

"Sampah regional untuk Nambo tadi kerjasama pendayagunaannya antara Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kota Tangsel. Boleh jadi nanti DKI Jakarta bagian selatan menyusul untuk buang sampah kesitu," kata Aher. 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved