Ikopin Bahas Urgensi RUU Pengurusan Piutang Negara dan Daerah

Burhanudin sendiri sudah mengusulkan agar ada keterlibatan financial engineering (rekayasa keuangan) dalam RUU itu

Ikopin Bahas Urgensi RUU Pengurusan Piutang Negara dan Daerah
Tribun Jabar/Ragil Wisnu Saputra
Uji Sahih RUU Piutang Negara dan Daerah kerjasama Komite IV DPD RI dengan Ikopin di Kampus Ikopin Jatinangor, Senin (4/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ragil Wisnu Saputra

TRIBUNJABAR.ID, JATINANGOR - Rancangan Undang-undang (RUU) Pengurusan Piutang Negara dan Daerah, dinilai Rektor Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanudin Abdullah sangat penting.

Sebab, lembaga administrasi di Indonesia masih belum akurat dan cermat dalam menangangi piutang.

"RUU ini penting. Banyak uang (piutang) yang tercecer di luar dan statusnya tidak diketahui. Dan ini harus ditagih," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia ini usai memberikan masukan pada Uji Sahih RUU Piutang Negara dan Daerah kerjasama Komite IV DPD RI dengan Ikopin di Kampis Ikopin Jatinangor, Senin (4/6/2018).

Baca: Warga Kampung di Kawasan Elit Curhat Tak Punya Lahan Pemakaman ke Dedi Mulyadi

Menurut Burhanudin, uji sahih atas RUU itu memang harus dilakukan. Naskah akademik dan draft RUU yang telah dibuat oleh Komite IV DPD RI tentunya butuh masukan agar tersusun secara komprehensif.

Uji sahih RUU ini, kata Burhanudin juga dilakukan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Burhanudin sendiri sudah mengusulkan agar ada keterlibatan financial engineering (rekayasa keuangan) dalam RUU itu.

Rekayasa keuangan ini dilibatkan agar pemerintah sendiri tidak terlalu sibuk mengurusi piutang. Dalam artian, ucap Burhanudi, pemerintah tidak menjadi tukanh tagih. Jadi harus ada lembaga tersendiri yang menangani piutang itu.

Baca: Djanur Sebut Jadwal Lebih Untungkan Persib Bandung daripada PSMS Medan

"Dalam uji sahih ini tentu harus ada perbaikan. Karena tentu negara ini butuh uangnya. Ada sekitar Rp. 200 triliunan yang tercatat menjadi piutang. Balau ditagih tentu ini bisa mengurangi defisit APBN kita," ucap dia seraya mengatakan adanya RUU yang nantinya akan jadi UU bisa menjadi penolong masalah piutang Negara Indonesia.

Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help