Startup Arkademy Tawarkan Konten Pembelajaran Siap Kerja

Arfiyah Citra Eka Dewi, mengatakan, pihaknya memperoleh respon positif pada layanan yang berangkat dari penganggur terbanyak

Startup Arkademy Tawarkan Konten Pembelajaran Siap Kerja
ISTIMEWA
Arkademy, startup digital binaan PT Telkom, berusaha mengikis kesenjangan kompetensi lulusan SMA/SMK dengan industri melalui kursus daring teknologi informasi miliknya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Arkademy, startup digital binaan PT Telkom, berusaha mengikis kesenjangan kompetensi lulusan SMA/SMK dengan industri melalui kursus daring teknologi informasi miliknya.

Arfiyah Citra Eka Dewi, Chief Marketing Officer (CMO), mengatakan, pihaknya memperoleh respon positif pada layanan yang berangkat dari penggangur terbanyak di Indonesia berasal dari lulusan SMA/SMK sebesar 7,01 juta atau 19,6% dari total penggangguran.

Misalnya dari perusahaan rintisan lainnya yakni Helio.id dan Lapaktani.id, yang merekrut peserta lulusan kursus daring tersebut dan menganggap kompetensi serta kualifikasinya sesuai kebutuhan industri. Selain itu ada beberapa startup lain yang menjadi hiring partner Arkademy.

Baca: Kronologi Siswi SMP Gantung Diri di Kamar Indekos, Tinggalkan Banyak Permintaan Lewat Surat Wasiat

Baca: Mohamed Salah Datang ke Spanyol, Apakah Mau Temui Ramos? Ini Info Selengkapnya

"Kemudian dari mitra sekolah, seperti SMK Telkom Malang. Para guru menilai Arkademy mampu memberikan konten IoT (Internet of Thing) dan bahasa pemprograman yang sesuai kebutuhan industri dengan mudah difahami sekaligus memberikan portfolio pekerjaan yang berguna bagi siswa," katanya di Bandung, Rabu (30/5/2018).

Melihat kondisi-kondisi tersebut, dengan bea berlangganan sangat terjangkau, pihaknya menawarkan konten pembelajaran, penyaluran kerja bagi lulusan SMK, training dan sertifikasi Guru, teaching factory (project dari industri), hingga Olympus (aplikasi analisa dan penilaian skill pemrograman siswa SMK).


"Kami berikan konten kursus yang dibutuhkan industri. Sebelumnya mengapa banyak lulusan SMA dan SMK menganggur, karena adanya gap kompetensi. Di sekolah diajarinya html, css, php, padahal di industri itu kemampuan dasar dan perlu yang faham react laravel, react. redux, dan react Javascript," katanya.

Siswa juga tidak berkesempatan mengerjakan order industri seperti biasa ditemukan di perguruan tinggi, sehingga mereka tak punya portofolio proyek yang berguna untuk karirnya kemudian.

"Kami yakin dengan masa depan Arkademy. Saat ini, kami terus mempromosikan layanan kami tak hanya ke SMK, tapi juga sudah merambah ke universitas bahkan ke perorangan yang ingin belajar teknologi, khususnya pemorograman, IoT, big data, dan software defined network," katanya. (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help