Home »

Garut

Jelang Lebaran, Parkir di Lokasi Terlarang Mulai Menjamur di Garut

Warga Kabupaten Garut mengeluhkan adanya praktik parkir liar yang dilakukan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Jelang Lebaran, Parkir di Lokasi Terlarang Mulai Menjamur di Garut
TRIBUN JABAR/HAKIM BAIHAQI
Parkir di bahu Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (30/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Warga Kabupaten Garut mengeluhkan adanya praktik parkir liar yang dilakukan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Menjelang hari Raya Idul Fitri 2018, bahu jalan yang digunakan sebagai area parkir liar semakin menjamur mulai dari Jalan Ahmad Yani tepatnya di Samping Rutan Garut hingga Bundaran Suci.

Baca: Bank BNI Gelar BNI Buka On The Road Setiap Bulan Ramadhan

Baca: WhatsApp Rilis Fitur Video Call Bisa Berempat Sekaligus, Mau Coba? Begini Caranya

Pantauan Tribun Jabar, berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang diparkir di bahu jalan ini diatur oleh sejumlah orang tanpa mengenakan seragam dari Dinas Perhubungan Kabupaten Garut.

Bermodalkan pluit, petugas parkir tersebut secara sigap menyambut datang pengendara yang ingin memarkirkan kendaraan dan kembali datang saat pengendara tersebut saat hendak pergi.

Salah seorang warga, Barna (47), menyebutkan, menjelang Lebaran 2018, banyak tukang parkir yang di epanjang Jalan Ahmad Yani, hal itu membuat kenyamanan terganggu.


"Saya kan cuma sebentar, terus diminta uang Rp 2 ribu," kata Barna warga Kecamatan Karang Pawitan, kepada Tribun Jabar di Jalan Ahmad Yani, Rabu (30/5/2018).

Akibat banyak area parkir liar di bahu jalan, terjadi penyempitan jalan yang mengakibatkan kepadatan kendaraan dan mengalami kemacetan.

Selain Barna, Aam (56), warga Kecamatan Tarogong Kidul, mengatakan, kalau dirinya pernah diminta uang parkir sebanyak Rp 10 ribu saat memarkirkan kendaraannya di bahu Jalan Ahmad Yani.


"Waktu itu pas mau lebaran, saya kasih Rp 5 ribu tetapi minta tambah," katanya.

Maka dari itu, ia berharap pemerintah dapat menertibkan praktik parkir liar tersebut. Menurut Aam, keberadaan tukang parkir liar tersebut sudah meresahkan.

"Apakah kalau kendaraan kami hilang mau tidak bertanggung jawab?," Katanya. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help