Negara Pemasok Utama Ekstasi ke Indonesia Tak Mau Diajak Kerja Sama BNN

Arman mengatakan ada negara yang tidak kooperatif dalam kerja sama pemberantasan peredaran pil ekstasi tersebut.

Negara Pemasok Utama Ekstasi ke Indonesia Tak Mau Diajak Kerja Sama BNN
Kolase Tribun Jabar
Arman Depari 

 Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Arman Depari menyatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa negara yang menjadi sumber pengiriman pil ekstasi ke Indonesia. 

Beberapa negara tersebut antara lain Belgia, Jerman, Perancis, Polandia, dan Belanda.

Akan tetapi, Arman mengatakan ada negara yang tidak kooperatif dalam kerja sama pemberantasan peredaran pil ekstasi tersebut.

"Salah satu negara yang tidak mau diajak kerja sama adalah Belanda," ungkap Arman.

Padahal Arman mengatakan pemasok utama peredaran pil ekstasi di Indonesia adalah berasal dari Belanda.

Arman pun menyayangkan sikap Belanda yang tidak mau kooperatif tersebut. 

Baca: Persija Jakarta Akan Pinjamkan Ivan Carlos ke PSIS Semarang

Baca: Ezechiel NDouassel Gagal Penalti ke Gawang Bali United, Ini Kata Mario Gomez

"(Untuk kasus) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Belanda juga kurang begitu kooperatif. Sudah beberapa kali pertemuan, pembicaraan dengan pihak sana. Kasus-kasus pengiriman narkoba ekstasi belum ditangani baik," ucap Arman.

Namun hal itu tidak mengendorkan semangat Indonesai untuk memberantas peredaran obat-obatan terlarang tersebut dari Indonesia. 

Kali ini BNN dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil membongkar jaringan penyelundupan 15.487 butir pil ekstasi yang berasal dari negara-negara di kawasan Eropa Barat, termasuk Belgia.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved