ramadan berkah

Kisah Ustad Ku Wie Han, Mualaf Berdarah Tionghoa yang Berhasil Mengislamkan Keluarganya

Pertama kali ia melakukan ceramah yaitu dihadapan ibu kandungnya sendiri yang agamanya non muslim,

Kisah Ustad Ku Wie Han, Mualaf Berdarah Tionghoa yang Berhasil Mengislamkan Keluarganya
tribun jabar/ Hilman Kamaludin
ustad Ku Wie Han saat ditemui Tribun Jabar usai mengisi tausiyah di Cibabat Park, Kota Cimahi, Minggu (20/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Setelah 10 tahun lebih mempelajari tentang agama Islam, ustad Ku Wie Han terus menebarkan kebaikan dengan cara menyampaiakan ilmu-ilmu tentang islam yang telah ia pelajari.

Pertama kali ia melakukan ceramah yaitu dihadapan ibu kandungnya sendiri yang agamanya non muslim, ceramah tersebut bertujuan untuk mengajak ibunya menjadi mualaf.

"Kemudian yang kedua adik pertama saya, dan yang terakhir adik paling kecil. Saya ajak menjadi mualaf, jadi semuanya masuk islam," ujar ustad Ku Wie Han saat ditemui di Cibabat Park, Kota Cimahi, Minggu (20/5/2018).




Mungkin hal itu, kata dia, bisa dibilang jarang, seorang mualaf yang mengislamkan keluarganya sendiri, bahkan adiknya yang pertama saat ini juga telah menjadi ustad.

Supaya adiknya yang bernama Muhammad Syarif Abdurrahman atau Ku Ki Fung itu ilmu agamanya lebih tinggi, ustad Ku Wie Han menguliahkannya di Universitas Islam Bandung (Unisba).

"Keluarga saya diislamkan oleh saya dan itu memang betul-betul, buktinya juga ada adik saya menjadi ustadz dan di Cimahi namanya sudah terkenal," ujarnya.

Kemudian, dia juga berdakwah di hadapan teman-temanya dulu yang masih beragama non muslim untuk mengajak menjadi mualaf dengan cara pendekatan atau dialog.

Baca: Disperindag Jabar Akan Gelar Operasi Pasar Murah di 27 Kabupaten Kota, Ayo Catat Harganya!

Baca: Uniknya Masjid Bergaya Artdeco Ini, Punya Sejarah Syiar Islam di Garut


Setelah berani berdakwah dihadapan keluarga dan temannya sendiri, ia memberanikan diri untuk berdakwah dimuka umum atau di masjid-masjid dihadapan jemaah.

Namun, ia mengaku, ketika dirinya berdakwah disejumlah masjid, tak jarang ada orang yang kurang percaya dengan ilmunya, bahkan dirinya pernah mengalami penolakan.

"Tapi dalam berdakwah itu yang terpenting berdioalog untuk membuka pikiran seseorang, sehingga ada dampaknya bagi orang itu," katanya.

Hingga saat ini, ia pun sering membina para mualaf agar jalannya tetap istiqomah seperti dirinya dan ia memiliki cara tersendiri.

Ketika memperkenalkan islam kepada mualaf itu, dirinya tidak langsung ke hukum-hukum islam karena imannya belum ada, tetapi ia memperkenalkan Allah.

"Kemudian memperkenalkan asal-usul diri kita dan siapa yang menciptakan kita, itu yang terpenting harus diperkenalkan," kata ustad Ku Wie Han.

Namun untuk berdakwah dimuka umum itu, ia mengaku awalnya kerap mengalami kesulitan karena pernah mengalami penolakan tersebut.

"Kenapa mereka tidak menerima, orang kan macam-macam, tapi untuk orang yang tidak menerima dakwah saya itu bisa menjadi pelajaran tersendiri," katanya.

Hingga saat ini, ustad asal Kota Bandung ini, terus  menebarkan kebaikan dengan cara berdakwah dan berusaha untuk mengajak orang non muslim ,khususnya etnis tionghoa, untuk menjadi mualaf.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved