Ini Kata Anak Muda Bandung Tentang Buka Bersama, Kalau Menurut Kamu?

Berbicara tentang bukber, kira-kira apa pendapat anak-anak millenial Bandung tentang bukber dan tempat seperti apa yang dipilih ya?

Ini Kata Anak Muda Bandung Tentang Buka Bersama, Kalau Menurut Kamu?
net
Ilustrasi buka puasa 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sobat millenial, Ramadan selalu identik dengan kegiatan-kegiatan positif, bukan?

Bahkan seluruh umat muslim di dunia ini berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah agar puasa selama sebulan penuhnya mendapat berkah.

Bulan Ramadhan juga sering diselingi dengan kegiatan rutin lainnya, satu di antaranya adalah "bukber".

Pastinya semua orang di Indonesia tidak asing lagi mendengar kata bukber ketika Ramadan.




Bukber ini sebenarnya adalah singkatan dari buka bersama. Maksudnya adalah kegiatan buka puasa secara bersama-sama, bisa dengan keluarga ataupun dengan teman-teman. 

Bukber sendiri biasa dilakukan di rumah, restoran, panti asuhan atau tempat-tempat lainnya.

Berbicara tentang bukber, kira-kira apa pendapat anak-anak millenial Bandung tentang bukber dan tempat seperti apa yang dipilih ya?

Kali ini Tribun Jabar berkesempatan ngobrol-ngobrol sama empat mahasiswa dari perguruan tinggi Bandung nih.

Mereka di antaranya adalah Aqbill Abdilla M. F (20), Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha, Muhammad Tsabit Waliyyurahim (20), Mahasiswa jurusan Teknologi Pangan Unpad, Nurman Fadhillah (21) Mahasiswa jurusam Arsitektur Itenas, dan Widura Murdaka (19), Mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah & Kota Itenas.

Menurut Aqbill, bukber itu merupakan sebuah momen krusial yang bisa membuat teman-teman bela-belain dateng untuk kumpul bersama dengan tujuan menyambung silaturahmi.

"Menurutku, sih,  bukber di kalangan mahasiswa itu ga wajib. Soalnya, ada beberapa orang yang memang perantau yang sulit untuk menentukan jadwal bukber karena bentrok dengan pulang kampung. jadi misalkan harus banget ada bukber, kasian para perantaunya. Dan terkadang, bukber itu bisa menjadi alasan kita untuk meninggalkan salat Taraweh," ujar Aqbill kepada Tribun Jabar, saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (21/5/2018) siang.

Baca: Yuk Kurangi! 4 Kebiasaan Ini yang Bikin Tubuh Kamu Justru Makin Melar Saat Berpuasa

Baca: Ini Hukumnya Menyikat Gigi Saat Berpuasa, Kamu Sudah Tahu?

Untuk tempat bukber favoritnya, ia mengatakan semua tempat menjadi favorit ketika bersama orang-orang yang favorit.

Dilanjutkan oleh Muhammad Tsabit, menurutnya bukber itu bisa menjadi sarana untuk menyatukan tali silaturahiim dan meningkatkan ibadah di shaum ramadhan.

"Bagi aku bukber bagi kalangan mahasiswa itu gak wajib yah, karena liat kasus yang terjadi justru bukber malah jadi ajang meninggalkan shalat maghrib dan taraweh. Maka mudharat lebih besar dari manfaat," kata Tsabit kepada Tribun Jabar, saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (21/5/2018) siang.

Nurman mengatakan, bukber itu sebetulnya sebuah acara atau agenda bersama yang hanya ada ketika di Bulan Ramadhan saja karena acara bukber ini sendiri biasanya identik dengan buka bersama dengan sahabat, saudara, dan keluarga besar.

"Dibilang wajib sih enggak, ya, karena pada dasarnya tujuan bukber ini adalah bersilaturahmi. Sedangkan bersilaturahmi itu bisa dikemas dengan berbagai macam acara tidak hanya dengan acara bukber," kata Nurman kepada Tribun Jabar, saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (21/5/2018) siang.

Nurman Mengaku, ia lebih memilih ikut kegiatan bukber di rumah temannya karena  lebih flexible dalam menunaikan ibadah salat maghrib, isya, dan teraweh. 

Baca: Mengingat Kembali Kisah Mahasiswa di Bandung Kuasai Gedung DPRD Jabar pada Mei 1998

"Karena kalau di restaurant maupun di tempat lainnya, kurang menikmati kebersamaannya karena keterbatasan waktu yang ada," kata Nurman. 

Sedangkan pendapat dari Widura, menurutnya bukber itu adalah ajang silaturahmi di bulan ramadhan.

Bedanya bukber ini punya suasana yang berbeda dan pahalanya juga berbeda, karena kerap dilaksanakan saat berbuka. 

"Bukber itu gak wajib sih, toh kalo mau silaturahmi bisa dilakukan saat siang. Menurut aku malah harus dikurangi, agar tidak ketinggalan jadwal salatnya," kata Widura kepada Tribun Jabar, saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (21/5/2018) siang.

Untuk tempat bukber favoritnya, Ia mengaku lebih suka dilakukan di rumah salah satu teman, atau saudaranya.

"Alasannya Karena lebih nyantai dan bebas, serta bisa menikmati waktu yang banyak dan bisa sekalian salat berjamaah," ujar Widura.

Penulis: Fasko dehotman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved