Terkait Rumah Warga Miskin yang Nyaris Ambruk dan Telat Dibantu Pemkot Cimahi, Ajay Bilang Begini

Untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat soal lamanya proses renovasi Rumah Tidak Layak Huni (rutilahu), Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna akan

Terkait Rumah Warga Miskin yang Nyaris Ambruk dan Telat Dibantu Pemkot Cimahi, Ajay Bilang Begini
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Rumah Hasanah di Cimahi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat soal lamanya proses renovasi Rumah Tidak Layak Huni (rutilahu), Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna akan segera memanggil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

Hal tersebut menanggapi keluhan Hasanah (50), seorang warga Kampung Saradan, RT 04/RW 02, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Diberatakan sebelumnya, rumah Hasanah rusak karena diterjang hujan deras dan angin kencang, saat ini rumah itu tinggal menunggu ambruk namun tak kunjung diperbaiki.

Baca: Kemenhub Lakukan Ram Cek Terhadap Bus Mudik Gratis di Cirebon, Sopirnya Pun Dites Urine

Baca: Penderita Thalasemia Butuh Pendonor Tetap, Rumah Sakit Kerap Kehabisan Stok Darah

Padahal, pengurus dari RT hingga pengurus kelurahan setempat sudah mengajukan perbaikan rumah langsung ke BPBD tiga minggu yang lalu, atau tepat tak lama setelah kejadian.

BPBD Kota Cimahi sendiri mengungkapkan jika lamanya proses realisasi perbaikan rumah warga yang terdampak bencana lantaran harus melalui tahap assesment dan menunggu SK Wali Kota terbit.

"Saya tidak pernah lama kalau menyangkut penerbitan SK yang berkaitan dengan masyarakat, apalagi untuk urusan urgen seperti ini. Makanya nanti akan saya rapatkan dengan dua dinas teknis itu," kata Ajay saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jumat (18/5/2018).


Menurut Ajay, berbeda dengan dinas lain yang ada di Cimahi, dinas teknis seperti BPBD, harus bekerja lebih efektif dan efisien.

Hal tersebut, kata Ajay, karena menyangkut dengan jiwa masyarakat dan berhubungan dengan kebencanaan.

"Khusus untuk BPBD, tidak bisa bekerja seperti dinas lainnya, yang warga itu bisa menunggu lama. Ini harus dikerjakan dengan cepat, jangan menunggu ada sesuatu dulu baru dikerjakan," katanya.

Disinggung terkait, peran dan kinerja lurah, Ajay mengklaim selalu menekankan agar para lurah bekerja lebih baik dan mengakomodir segala kebutuhan masyarakat.

"Karena masyarakat harus diakomodir segala kebutuhannya. Misalnya untuk rutilahu atau renovasi rumah karena bencana ini, silakan laporan langsung ke lurah, ke dinas, atau kalau sulit, silakan langsung ke saya," katanya. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help