Home »

Techno

» News

Digaji Ratusan Juta per Bulan, tapi Banyak Karyawan Google yang Tak Betah, Kenapa?

Tidak heran banyak sekali orang yang ingin melamar dan bekerja di search engine ini.

Digaji Ratusan Juta per Bulan, tapi Banyak Karyawan Google yang Tak Betah, Kenapa?
Net
Logo ke-7 Google 

TRIBUNNEWS.COM, AS -  Google terkenal sebagai salah satu perusahaan yang menggaji karyawannya dengan gaji ratusan juta.

Tidak heran banyak sekali orang yang ingin melamar dan bekerja di search engine ini.

Namun baru-baru ini dilaporkan beberapa karyawan Google merasa tidak bahagia dan banyak yang mengundurkan diri.

Apa alasannya?

Ternyata Google sedang mengerjakan proyek drone militer dengan Departemen Pertahanan.

Namun beberapa karyawannya tidak senang tentang hal itu dan banyak yang mengundurkan diri sebagai bentuk protes.

Menurut salah satu pengguna Quora bernama Kuorian Heyy, karyawan yang bekerja di Google tidak bekerja untuk uang mereka bekerja untuk gairah mereka terhadap pekerjaan.

Baca: Kakek Berusia 69 Tahun Ini Bunuh PSK Usai Bercinta di Kupang, Alasannya Bikin Geleng-geleng Kepala

Bahkan dilansir dari Gizmodo, kira-kira selusin karyawan Google telah mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan perusahaan karena keterlibatannya dalam 'Project Maven'.

Diketahui, 'Project Maven' adalah program militer yang secara kontroversial menggunakan perangkat lunak pembelajaran dan pengenalan gambar untuk menyaring jutaan jam rekaman video yang direkam dengan drone dan mengidentifikasi hal-hal yang menarik, termasuk orang-orang.

Formula gaji di Google
Formula gaji di Google ()

Para karyawan (sekarang mantan karyawan) telah mengangkat sejumlah masalah, termasuk kurangnya transparansi dalam perusahaan, dan sering berubah menjadi kekhawatiran karyawan, serta pertanyaan etis atas penggunaan drone yang dikendalikan AI dalam situasi militer.

"Pada titik tertentu, saya menyadari saya tidak dapat merekomendasikan siapa pun bergabung dengan Google, mengetahui apa yang saya ketahui, saya menyadari jika saya tidak dapat merekomendasikan orang bergabung di sini."

Halaman
12
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help