Home »

News

Serangan Bom di Surabaya

Ini Daftar 18 Orang yang Ditangkap Densus 88 Antiteror Pascainsiden Bom Bunuh Diri

Para terduga teroris itu diamankan di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Kabupaten Malang sejak 13-16 Mei 2018.

Ini Daftar 18 Orang yang Ditangkap Densus 88 Antiteror Pascainsiden Bom Bunuh Diri
Kolase Tribun Jabar
buku panduan teroris Jawa Timur 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - 18 orang ditangkap atau diamankan oleh Densus 88 Antiteror di berbagai daerah pascainsiden bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo.

Dari 18 orang itu, 14 merupakan terduga teroris, tiga saksi, dan seorang anak.

Para terduga teroris itu diamankan di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Kabupaten Malang sejak 13-16 Mei 2018.

Baca: Puasa di Penjara, Bupati Nonaktif Kutai Kartanegara: Yah Anggap Saja Pesantren Kilat

Baca: Jadwal Imsak dan Azan Maghrib di Kota Bandung Hari Ini 17 Mei 2018

Densus 88 melakukan operasi besar-besaran, termasuk menembak mati enam terduga teroris.

Berikut 14 terduga teroris yang ditangkap :

1. RAS (36) ditangkap di Surabaya
2. AM (29) ditangkap di Surabaya
3. MF (35) ditangkap di Surabaya
4. BA (29) ditangkap di Surabaya
5. AW (49) ditangkap di Sidoarjo
6. Dm (34) ditangkap di Sidoarjo
7. BR (38) ditangkap di Sidoarjo
8. AK (53) ditangkap di Pandaan Pasuruan
9. Kr (42) ditangkap di Malang
10. WM (42) ditangkap di Malang
11. SC (29) ditangkap di Pasuruan
12. SA alias AU (35) ditangkap di Malang
13. EL (40) ditangkap di Surabaya
14. Su (34) ditangkap di Surabaya

Sedangkan tiga orang yang diamankan, berstatus saksi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan soal US yang merupakaan Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur. Dia ditangkap di Malang.

"Benar, kan sudah disebutkan Pak Kapolri (Jenderal Tito Karnavian). Saya mengikuti pernyataan pimpinan dong," tandas Barung.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Daftar 14 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88, Termasuk Pimpinan JAD Disergap di Malang

Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help