TPPAS Regional Legok Nangka Masuki Tahap Lelang

Proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional Legok Nangka kini memasuki tahap lelang.

TPPAS Regional Legok Nangka Masuki Tahap Lelang
ISTIMEWA
Proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional Legok Nangka kini memasuki tahap lelang 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional Legok Nangka kini memasuki tahap lelang.

Hal itu ditandai dengan penyerahan dokumen pengadaan badan usaha Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha TPPAS Legok Nangka dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dokumen tersebut berupa dokumen pra kualifikasi dan rancangan kontrak yang diserahkan langsung oleh Kepala LKPP Agus Prabowo kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate Bandung, Selasa (15/5/2018).

Baca: Bandara Husein Sastranegara Masih Kondusif tapi TNI AU Tetap Perketat Keamanan

Baca: Pedangdut yang Digigit Ular saat Sesi Pemotretan, Somasi Lucky Hakim

"Telah kami terima dua dokumen tadi dan kami akan segera melelangnya," kata Gubernur Aher.

Walapun ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi oleh Pemprov Jabar namun proses pelelangan sudah bisa dilakukan.

"Tinggal ada sejumlah persyaratan yang harus kami penuhi dan sambil jalan kita buka tendernya," ujar Aher.

Aher menargetkan, pelelangan akan mulai dilakukan di bulan Ramadan ini.

"Target lelang mudah-mudahan saya sih inginnya sebelum masa jabatan saya berkahir jadi bulan Ramadan ini Insya Allah akan dilelang," ucapnya.

Aher mengungkapkan, sudah ada 13 investor yang berminat menangangani proyek yang direncanakan akan mengolah minimal 1500 ton sampah perharinya ini. Ke 13 investor tersebut berasal dari perusahaan dalam negeri, Tiongkok dan sejumlah negara di Eropa. Nilai dari proyek TPPAS Legok Nangka yang akan mampu menghasilkan energi listrik bagi masyarakat ini senilai Rp 3,2 Triliun.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help