Terungkap Korupsi Bupati Bengkulu Selatan, Diduga Istri dan Keponakan Jadi Penampung Uang Suap

Tidak hanya Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Terungkap Korupsi Bupati Bengkulu Selatan, Diduga Istri dan Keponakan Jadi Penampung Uang Suap
(TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tidak hanya Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

KPK juga menetapkan dua anggota keluarga Dirwan sebagai tersangka penerima suap.

Keduanya yakni istri Dirwan, Hendrati, dan keponakan Dirwan, Nursilawati.

Adapun, Nursilawati merupakan Kepala Seksi di Dinas Kesehatan Pemkab Bengkulu Selatan.

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, seperti dikutip Tribunjabar.id dari Kompas.com, Hendrati dan Nursilawati diduga berperan sebagai penampung uang suap dari Juhari, kontraktor di Bengkulu Selatan.

Diduga, Dirwan telah berkomunikasi dengan Juhari mengenai mekanisme penyerahan uang.

"Informasinya, Bupati bilang, 'uang jangan diserahkan ke saya, tapi serahkan ke HEN atau NUR'," ujar Basaria dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (16/8/2018).

Menurut Basaria, pada 12 Mei 2018 Juhari menyerahkan uang Rp 23 juta kepada Nursilawati.

Uang tersebut kemudian diserahkan kepada Hendrati. Kemudian, pada 15 Mei 2018, Juhari menyerahkan uang Rp 75 juta kepada Nursilawati. Uang secara tunai itu diberikan langsung di kediaman Hendrati. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istri dan Keponakan Bupati Bengkulu Selatan Diduga Penampung Uang Suap"

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help