Ternyata Ini Alasan Sunan Gunung Djati Memilih Bedug Sebagai Media Syiar Islam

Karenanya, Sunan Gunung Djati pun lebih memilih menggunakan bedug dibandingkan alat lain yang ada di masa itu.

Ternyata Ini Alasan Sunan Gunung Djati Memilih Bedug Sebagai Media Syiar Islam
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat bersama abdi dalem dan para wargi saat pelaksanaan tradisi Tabuh Dlugdag di Langgar Agung Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (16/5/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat menyampaikan ada beberapa alasan mengapa Sunan Gunung Djati memilih bedug sebagai media untuk syiar Islam, khususnya di wilayah Cirebon.

Menurutnya, penggunaan bedug adalah suatu kebanggaan masyarakat lokal pada zaman dahulu.

"Waktu itu kan ada alat dari Tiongkok dan Arab, tapi Sunan Gunung Djati lebih memilih bedug ketimbang yang lainnya," ujar Arief Natadiningrat, saat ditemui usai Tabuh Dlugdag di Langgar Agung Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (16/5/2018) sore.

Baca: Truk Terguling di Nagreg, Ribuan Kilogram Tepung Terigu Pun Jatuh Berhamburan

Ia mengatakan, bedug merupakan produk asli Nusantara.

Karenanya, Sunan Gunung Djati pun lebih memilih menggunakan bedug dibandingkan alat lain yang ada di masa itu.

Selain itu, Wali Songo lainnya juga menggunakan bedug sebagai media dakwah.


Terutama untuk memanggil warga saat waktu salat tiba.

"Makanya sampai sekarang bedug ditabuh sebelum azan berkumandang," kata Arief Natadiningrat.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help