Rupanya Ini Strategi Pedagang Buku Bekas Agar Bertahan di Era Digital

Strategi yang diterapkan antara lain pelayanan yang kreatif dan penyediaan buku-buku bekas seefisien mungkin

Rupanya Ini Strategi Pedagang Buku Bekas Agar Bertahan di Era Digital
Tribun Jabar/ Ery Candra
Suasana Warung Buku Aldy, di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Pembelian buku cetak yang kian menurun akibat tergeser buku-buku digital berdampak pula pada para pelaku usaha di bidang buku. Para pedagang pun menyiasati kondisi tersebut dengan berbagai cara agar dapat terus bertahan. seperti yang dilakukan oleh pemilik Kios Buku Aldy, kios buku di jatinangor, Kabupaten Sumedang,

Pemilik kios buku Aldy, Aldy, mengatakan, peluang buku bekas atau fisik di Jatinangor masih menjanjikan bila dibandingkan wilayah lain. Untuk menghadapi persaingan digital, kios buku Aldy menerapkan strategi sederhana.

Strategi yang diterapkan antara lain pelayanan yang kreatif dan penyediaan buku-buku bekas seefisien mungkin.

"Di sini terutama memberikan pelayanan sebagus mungkin dan menyediakan kelengkapannya," ujar Aldy ketika ditemui di kios bukunya, Rabyu (16/5/2018).


Aldy menuturkan, kios buku miliknya sejauh ini masih dapat bertahan dalam era di mana teknologi digital semakin pesat seperti saat ini. Di tenga gempuran teknologi tersebut, penjualan buku bekas masih tetap eksis.

Aldy mengaku masih optimis dirinya dapat terus menjaga eksistensi usahanya sebagai penjual buku bekas.

Baca: Berburu Buku Bekas di Jatinangor, Mulai dari Harga Sepuluh Ribu Sampai Dua Juta Ada!

"Pembeli pun masih bertahan karena mereka mencari buku-buku bekas yang murah tapi buku asli," ujar Aldy.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help