Guatemala Ikuti Jejak AS Buka Kedutaan Besar di Yerusalem

Keputusan kontroversial itu menimbulkan aksi protes dari puluhan ribu warga Palestina.

Guatemala Ikuti Jejak AS Buka Kedutaan Besar di Yerusalem
Flickr/Boris G
Dome of The Rock atau Kubah Batu di Yerusalem 

TRIBUNJABAR.ID, YERUSALEM - Guatemala meresmikan pembukaan kedutaan besar untuk Israel di Yerusalem pada Rabu (16/5/2018).

Negara itu menjadi negara pertama yang mengikuti jejak kontroversial Amerika Serikat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Guatemala Jimmy Morales menghadiri upacara peresmian bangunan yang terletak di Taman Teknologi Malkha Yerusalem.

"Ini merupakan momen penting bagi masa depan rakyat kita," kata Morales.

Sementara itu, Netanyahu memuji langkah Guatemala mengingat negara tersebut menjadi negara kedua setelah AS, yang mengakui Israel pada 1948.

Kini, Guatemala juga negara kedua yang mendirikan kedubes di Yerusalem.

"Kalian selalu berada di antara yang pertama. Kami mengingat teman kami dan Guatemala adalah teman kami, dari dulu sampai sekarang," ucapnya.

Baca: Kisah Haru di Balik Ruang IGD Usai Bom Surabaya: di Hari Penuh Kebencian, Kutemukan Wajah Welas Asih

Baca: Selama Bulan Ramadan Bedug di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon Akan Ditabuh Saat Dinihari

Netanyahu bahkan berjanji akan mengunjungi Guatemala pada kunjungan kenegaraan ke Amerika Latin.

Secara teknis, kedubes Guatemala telah pindah ke gedung baru di Yerusalem beberapa pekan lalu. Namun, baru diresmikan pada Rabu (15/5/2018).

"Saya tergerak melihat bendera Guatemala berkibar di Yerusalem," kicau Netanyahu kala itu.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help