Ramadan Berkah

Bertema Tentang Toleransi, Ini Kegiatan di Masjid Raya Bandung Provinsi Jabar Selama Ramadan

Temanya sudah dirumuskan sejak dua bulan yang lalu, jadi bukan karena ada kejadian (terorisme) baru dirumuskan.

Bertema Tentang Toleransi, Ini Kegiatan di Masjid Raya Bandung Provinsi Jabar Selama Ramadan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selama Ramadhan, Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang berada di antara ruas Jalan Asia Afrika-Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan.

Ketua Penyelenggara Kegiatan Ramadan Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, H Juju Syamsudin, mengatakan, beberapa kegiatan itu di antaranya adalah takjil bersama, ceramah dan salat Tarawih, kuliah subuh, Tadarus Alquran, kajian tafsir Alquran, pesantren Ramadhan, peringatan Nuzulul Quran, Iitikaf Lailatul Qadar, pengelolaan ZIS (zakat, infaq, shadaqah), bedah buku, takbiran dan salat Idul Fitri, dan silaturahmi halalbihalal.

"Tema yang kami pilih adalah 'Menyemarakkan Ramadhan, Meneguhkan Wajah Islam yang Damai dan Toleran'," kata Juju saat ditemui Tribun Jabar di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Rabu (16/5/2018).

Bukan tanpa alasan tema itu dipilih sekitar dua bulan lalu.


Juju mengatakan, tidak ada salahnya Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat menjadi yang terdepan dalam menyampaikan toleransi.

"Temanya sudah dirumuskan sejak dua bulan yang lalu, jadi bukan karena ada kejadian (terorisme) baru dirumuskan. Tapi, sekarang kan kita tahu terorisme di mana-mana. Kita berharap bisa menampillkan wajah Islam yang sebenarnya, yang betul-betul damai dan toleran," ujarnya.

Juju mencontohkan, salah satu bentuk toleransi itu, nantinya Masjid Raya Bandung akan melaksanakan salat Tarawih 23 rakaat, tapi tetap menghargai yang akan melaksanakan 11 Rakaat.

Baca: Komunitas Ini Manfaatkan Taman-Taman Kota Untuk Hal-Hal Asik, Apa Saja?

"Di Masjid Raya Bandung ini memang Tarawih 23 rakaat, tapi kita menghargai yang akan melaksanakan 11 rakaat. Jadi caranya memang ini sudah berjalan sekian tahun. Kegiatan ini baik yang 23 atau yang 11 (rakaat) sama-sama pelaksanaan awalnya, setelah salat Isya kita ada Tausyiah, lalu, kita ada Tarawih. Kita sangat menghargai dan menghormati yang punya pemahaman 23 atau 11 (rakaat)," kata Juju.

Baca: Bagi Warga Tasik yang Akan Gelar Sahur On The Road, Ini yang Harus Dilakukan

"Untuk memfasilitasi itu, yang menjadi Imamnya kemudian juga pelaksanaan yang 23 rakaat. Bagi teman-teman, sahabat kami, karena di sini dua kali salam, dua kali salam, setelah empat kali salam, Imam memberi jeda, kesempatan jemaah yang akan melaksanakan delapan (jemaah yang hendak melaksanakan 11 rakaat) untuk mundur ke belakang. Setelah tertib baru Imam memulai lagi rakaat yang ke sembilan. Kemudian tadi, para jemaah yang akan melaksanakan 11 rakaat, ada yang langsung pulang, mungkin witirnya tidak dilaksanakan di sini, tapi sebetulnya bisa di sini."

Juju mengatakan, toleransi penting dilakukan, karena Masjid Raya Bandung cakupannya adalah satu provinsi Jawa Barat.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help